Astra Land Pacu Pengembangan Proyek Mixed Use Arumaya Residence Tahun Ini
Astra Land mengejar pembangunan proyek mixed used yang mencakup gedung perkantoran, kondominium/apartemen, vila dan townhouse dan co-working space.
Editor:
Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Astra Land Indonesia akan mengejar pembangunan proyek mixed used yang mencakup gedung perkantoran, kondominium/apartemen, vila dan townhouse, co-working space, dan ruang ritel untuk pengembangan Arumaya Residence yang terletak di Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Presiden Direktur PT Astra Land Indonesia Wibowo Muljono mengatakan, koridor TB Simatupang telah menunjukkan pertumbuhan signifikan terutama dalam hal ketersediaan transportasi publik terintegrasi, dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya.
Proyek mixed used Arumaya berdekatan dengan dua stasiun MRT Jakarta, Lebak Bulus, dan Fatmawati, pintu Tol JORR-S, dan bisa diakses dengan TransJakarta.
Dengan pertimbangan inilah, Astra Property mempercepat realisasi pengembangan mixed use tersebut dan melakukan serah terima 262 unit apartemen Arumaya Residence pada Desember 2022.
Astra Property menambahkan, pengembangan perkantoran dinilai belum menjadi prioritas tahun ini.
Astra Land menilai saat ini persaingan masih ketat dan kondisi ini masih akan terjadi hingga 2025 atau 2026.
Wibowo menilai, konsep ruang kantor akan mengalami evolusi ke depannya. Saat ini, Astra Property mengoperasikan ruang perkantoran di Menara Astra dan Samadistra.
"Landbank kami masih berada di kawasan Jakarta saja hingga saat ini," ujarnya.
Astra Land tahun ini pertumbuhan kinerja bisa mencapai 10 persen secara tahunan dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu.
Baca juga: Sektor Properti Menggeliat Lagi, Astra Land Topping Off Proyek Apartemen di Jakarta Selatan
Menurut Wibowo Muljono, pertumbuhan kinerja ini bisa berasal dari kontribusi penjualan klaster Kelimutu dari Asya Residence yang akan diluncurkan secara resmi pada Oktober 2022 mendatang.
Tahun ini Astra Land akan membangun lebih dari 250 unit rumah.
"Saat ini kinerja mulai ada perbaikan walau belum kembali ke level kinerja tahun 2020," ujarnya pada Kontan, pada Media Gathering Astra Property yang berlangsung di Jakarta, Kamis (23/6/2022).
Baca juga: Astra Land Sabet Empat Penghargaan di Indonesia Property Awards 2021
Ia menguraikan, pada kuartal I 2022 ini kinerja mulai menunjukkan pertumbuhan sekitar 8 persen hingga 9 % dibandingkan dengan kuartal I 2021.
Tahun ini Astra Land akan menaruh perhatian pada pengembangan residensial, baik tapak maupun apartemen.
Pengembangan residensial bersifat mixed used yang akan dikembangkan adalah Asya Residence yang berlokasi di Cakung seluas total 70 hektare.
Baca juga: Proyek Mixed Use ACP di Tangsel Manfaatkan Akses Gerbang Tol Pamulang
Hingga kini, Astra Land baru mengembangkan sekitar 20 hektar dari total lahan yang ada.
"Selain proyek-proyek pengembangan ini, tentu ada yang lainnya. Namun itu belum bisa kami bukan dan masih menunggu waktunya, kami masih melihat lagi marketnya," ujarnya.
"Namun salah satunya adalah, kami akan kembali melanjutkan proyek yang ada di daerah Gatot Sudirman yang sempat ter-delay. Nantinya ini akan menjadi apartemen 3 tower," jelasnya.
Baca juga: Empat Keuntungan Tinggal di Hunian Mixed-use
Pihaknya tidak memberikan detail lebih jauh mengenai waktu pengembangan proyek tersebut. Astra Land sendiri akan mendirikan total 2.500 unit rumah pada proyek Asya Residence dan sekitar 4.000 apartemen.
Pihaknya tidak memberikan gambaran mengenai investasi yang disiapkan tahun ini. Adapun pengembangan residensial Astra Property saat ini adalah Anandamaya, Asya Residence dan Arumaya Residence.
Sementara itu, PT Menara Astra mengatakan di semester II tahun ini, pihaknya juga akan mengembangkan pergudangan logistik modern atau modern warehouse yang berjalan bersama LOGOS SE Asia Pte Ltd melalui skema joint venture (JV).
Presiden Direktur PT Menara Astra Djap Tet Fa mengungkapkan saat ini prosesnya sudah mencapai penyelesaian administrasi JV. Seiring dengan proses desain, dan pemilihan lokasi.
"Kami mengincar lokasi masih di sekitar Jabodetabek dengan aksesibilitas strategis dan sangat memadai," tutur Djap Tet Fa.
Astra Property melihat pengembangan modern warehouse ini menjanjikan, selain berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Peningkatan investasi tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan e-commerce yang ditopang oleh pesatnya kemajuan teknologi digital.
Laporan Reporter: Amalia Nur Fitri | Sumber: Kontan