Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Komisi VI DPR: Program 3 Juta Rumah Bantu Industri Semen Atasi Kelebihan Produksi

Program pembangunan 3 juta rumah per tahun bisa membantu industri semen nasional mengatasi kelebihan produksi semen.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Komisi VI DPR: Program 3 Juta Rumah Bantu Industri Semen Atasi Kelebihan Produksi
handout
PROGRAM 3 JUTA RUMAH - Pimpinan Komisi VI DPR Adisatrya Suryo Sulisto (ketiga kiri) dan Direktur Utama SIG, Donny Arsal (kedua kiri) melihat rumah yang dibangun dengan bata interlock presisi SIG di kawasan Perumahan Bumi Svarga Asri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (20/2/2025). Komisi VI DPR mendorong ketersediaan bata interlock presisi bisa menjangkau masyarakat di berbagai daerah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program pembangunan 3 juta rumah per tahun yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, disebut bisa membantu industri semen nasional mengatasi kelebihan produksi.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Adisatrya Suryo Sulisto mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, industri semen di Indonesia menghadapi tantangan yang sangat signifikan.

"Persoalan kelebihan kapasitas produksi, persaingan harga yang semakin ketat, serta perubahan kebijakan pemerintah terkait pembangunan infrastruktur, semakin menuntut pelaku industri semen untuk terus berinovasi,” kata Adisatrya dikutip Senin (24/2/2025).

Oleh sebab itu, Ia melihat di tengah tantangan yang ada, program pembangunan 3 juta rumah menjadi peluang bagi industri semen di tengah biaya bahan baku yang meningkat dan anggaran infrastruktur yang terbatas.

Di sisi lain, saat kunjungan spesifik di Kendal, Jawa Tengah, ia bersama anggota Komisi VI DPR meninjau implementasi bata interlock presisi yang dikembangkan PT Semen Indonesia untuk mendukung program 3 juta rumah.

Komisi VI DPR mendorong agar ketersediaan bata interlock presisi dapat diperluas ke masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia.

Direktur Utama SIG, Donny Arsal menyampaikan, aspek sosial dan lingkungan juga tidak luput dari perhatian perseroan dalam menjalankan operasionalnya sebagai bentuk komitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Baca juga: UEA Pertimbangkan Tambah Investasi di Program 3 Juta Rumah

Rekomendasi Untuk Anda

“Inovasi semen hijau SIG lebih rendah emisi karbon hingga 38 persen dibandingkan semen konvensional, serta memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tinggi, lebih dari 90 persen."

"Dengan menggunakan semen hijau SIG, berarti ikut berpartisipasi dalam upaya menurunkan emisi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan di sisi lain mendukung kemajuan industri dalam negeri,” kata Donny.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Atas