Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pengadaan Private Jet Pemilu 2024 Jadi Kontroversi, Ini Penjelasan Afifuddin KPU

Mochammad Afifuddin menjelaskan alasan penggunaan private jet dalam proses pengadaan logistik Pemilu 2024 yang menuai sorotan publik. 

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pengadaan Private Jet Pemilu 2024 Jadi Kontroversi, Ini Penjelasan Afifuddin KPU
Tribunnews.com/ Mario Christian Sumampow
PRIVATE JET UNTUK ANGKUT APA? - Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin di Hotel The Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Jumat (20/12/2024). Penggunaan private jet dalam proses pengadaan logistik Pemilu 2024 leh KPU menuai sorotan publik.  

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Mochammad Afifuddin menjelaskan alasan penggunaan private jet dalam proses pengadaan logistik Pemilu 2024 yang menuai sorotan publik. 

Dia bilang, keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah luar biasa (extraordinary) untuk memastikan pemilu berjalan tanpa hambatan, terutama karena keterbatasan waktu tahapan.

“Jadi kan kita itu dibayang-bayangi dengan waktu tahapan yang sangat mepet," kata pria yang akrab disapa Afif ini di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2025). 

"Begitu kampanye cuma 75 hari, maka pengadaan logistik, distribusi, dan lain-lainnya kan sangat terbatas dibandingkan pemilu sebelumnya yang sampai 7 bulan,” sambungnya. 

Ia menegaskan, sebagai penyelenggara, KPU berupaya keras agar pelaksanaan pemilu tidak gagal, termasuk dari sisi distribusi logistik. Karena itu, keputusan untuk mengambil langkah cepat dan tidak biasa ditempuh sebagai bentuk mitigasi risiko.

“Maka kita harus berpikir, dalam pikiran kami sebagai penyelenggara, tentu kita berpikir, jangan sampai pemilunya gagal, jangan sampai logistik gagal. Maka diambil langkah-langkah extraordinary yang kemudian itu sebagai mitigasi,” jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Afif juga menambahkan ihwal KPU melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke daerah-daerah jika ada indikasi jajaran di lapangan belum siap, dan mendorong percepatan pengadaan logistik.

“Maka dalam beberapa kejadian, kita melakukan sidak, di mana kalau jajaran belum siap dengan logistik dan seterusnya, kita dorong percepatan, pengadaan, dan lain-lainnya. Jadi salah satunya itu,” katanya.

Baca juga: Prabowo Usulkan Pilkada Dipilih DPRD, Pakar Kepemiluan Soroti Pemborosan KPU Pakai Private Jet

Terkait teknis penyewaan private jet, Afif menyarankan agar pertanyaan lebih lanjut diajukan kepada jajaran sekretariat. “Pada intinya, kebijakan itu untuk mensupport apa yang kita bisa lakukan demi suksesnya Pemilu,” ujarnya.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Atas