Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

APERSI Usul KPR Bencana untuk Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Skema KPR Bencana khusus ditujukan untuk korban bencana yang bangunan rumahnya 100 persen hilang atau hancur

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
zoom-in APERSI Usul KPR Bencana untuk Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera
(Ho/Campus League)/dok.
USULKAN KPR KHUSUS KORBAN BANJIR - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPP APERSI) Junaidi Abdillah. 

Ringkasan Berita:
  • APERSI mengusulkan skema kredit pemilikan rumah khusus untuk para korban bencana alam hadir untuk meringankan para korban dalam mendapatkan hunian baru.
  • Skema KPR Bencana khusus ditujukan untuk para korban bencana yang bangunan rumahnya 100 persen hilang atau hancur diterjang banjir di Sumatera.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bencana banjir dan longsor di Sumatera akhir November 2025 merenggut korban meninggal dunia lebih dari 1.000 jiwa.

Di luar itu, selain merusak infrastruktur serta fasilitas umum, bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu merusak lebih dari 147 ribu rumah.

“Bencana banjir dan longsor di Sumatera membuat kita semua berduka. Apersi juga turut prihatin dan berduka, tapi kita juga harus berbuat sesuatu untuk masyarakat yang menjadi korban,” tutur Junaidi Abdillah, ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPP Apersi) kepada media, Jumat (19/12/2025).

Terkait korban yang kehilangan rumah sebagai tempat keluarga berteduh, kata Junaidi, pihaknya mengusulkan gagasan meringankan beban mereka.

“Kami mengusulkan adanya KPR Bencana, yakni sebuah program yang membantu para korban kembali memiliki tempat tinggal yang nyaman, sehat, dan aman,” ujar Junaidi.

Rekomendasi Untuk Anda

Junaidi menerangkan, kredit pemilikan rumah (KPR) bagi korban bencana alam hadir untuk meringankan para korban. Rumah yang dibangun nantinya melibatkan pengembang berpengalaman dalam penataan pemukiman.

Baca juga: Kementerian PU: 81 Persen Jalan Nasional Terdampak Banjir Sumatera Kembali Berfungsi

Dia menegaskan, KPR Bencana diperuntukkan hanya untuk korban bencana yang fisik rumahnya 100 persen hilang atau hancur. Artinya, bukan renovasi melainkan berupa bangunan baru.

“Pemerintah membayarkan angsuran KPR, para korban tidak boleh dibebani untuk mencicil angsuran. KPR diberikan langsung ke korban bencana, sedangkan syaratnya jangan dipersulit seperti adanya penerapan SLIK,” kata Junaidi.

Dia menegaskan, angsuran KPR yang dibayarkan pemerintah itu pembiayaannya mirip program  KPR berskema subsidi selisih bunga (SSB). “Program ini lebih efisien dan efektif berpotensi meringankan fiskal negara,” tukas dia.

Baca juga: Lumpur Mengeras Setinggi Pinggang Menghambat Proses Evakuasi Korban Bencana di Aceh

Kalangan perbankan, tambahnya, juga harus melihat hal ini sebagai lex specialist karena situasinya dipicu oleh bencana alam.

“KPR Bencana juga akan melibatkan tenaga kerja lokal ketika proses pembangunan rumah, sehingga mendorong perputaran ekonomi setempat mengingat bahan baku rumah didatangkan dari daerah setempat,” papar Junaidi.

Menurut Junaidi, keterlibatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga sangat terbuka. “Sehingga efek berganda (multiplier effect) dari Pembangunan rumah akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di daerah yang terkena bencana,” ungkapnya.

Sementara itu, Apersi menyalurkan bantuan bagi para korban bencana banjir di Sumatera pada 3 Desember 2025.

“Kami menyalurkan donasi senilai Rp200 juta bagi korban bencana dalam bentuk makanan dan pakaian di lokasi bencana,” tutur Junaidi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas