Satu Tower Rusun Subsidi Berkapasitas 1.208 Unit Dibangun di Bandung
Rusun subsidi ini ditujukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan syarat belum memiliki rumah sebelumnya.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Satu tower rusun subsidi dengan tinggi maksimal 20 lantai berkapasitas 1.208 unit hunian akan dibangun di atas lahan milik Pemkot Bandung.
- Rusun subsidi ini ditujukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan syarat belum memiliki rumah sebelumnya.
- Di Jawa Barat, pembangunan tower rusun subsidi juga dibangun di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi dengan target 141 ribu unit di atas lahan seluas 30 hektare.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kota Bandung akan memiliki satu tower rumah susun (rusun) subsidi yang lokasi pembangunannya sudah ditinjau Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Walikota Bandung Muhammad Farhan.
Di atas lahan tersebut akan dibangun satu tower rusun subsidi dengan tinggi maksimal 20 lantai berkapasitas 1.208 unit hunian.
"Kota Bandung sudah lama tidak membangun rusun," kata Maruarar dikutip dari siaran pers pada Jumat (13/2/2026).
Rusun subsidi ini ditujukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan syarat belum memiliki rumah sebelumnya.
Untuk mengawal pembangunannya, Maruarar meminta Walikota Bandung memperkuat regulasi pembangunan dan turun langsung ke lapangan untuk mengetahui ekosistem di sekitar lokasi.
Dia juga menekankan pengaturan pembiayaannya agar proyek rusun subsidi berkelanjutan dan terjangkau.
Walikota Bandung Muhammad Farhan memastikan pembangunan akan direalisasikan secepatnya dalam bentuk rumah susun milik (rusunami). Tanahnya ini sendiri merupakan milik Pemerintah Kota Bandung.
Dari sisi pembiayaan, Pemerintah Kota Bandung akan memberikan subsidi bersama Pemerintah Provinsi.
Baca juga: Rusun Subsidi Meikarta Ditargetkan 141 Ribu Unit, 18 Tower dan 32 Lantai
“Untuk pembiayaan, kami berkomitmen memberikan subsidi dari Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi. Semoga pembangunan rusun ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Farhan.
Di Jawa Barat, pembangunan tower rusun subsidi juga dibangun di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi dengan target 141 ribu unit di atas lahan seluas 30 hektare.
Pada tahap pertama, akan dibangun 18 tower di atas lahan seluas 10 hektare masing-masing tower terdiri 32 lantai. Pada setiap tower dibangun 2.300 unit hunian, sehingga pada tahap awal akan tersedia sekitar 47 ribu unit rusun subsidi.
Baca juga: Luas Rusun Subsidi Diusulkan 21-45 Meter Persegi, Bunga 5-7 Persen
Pembangunan rusun subsidi Meikarta akan dilakukan dalam empat tahapan dimulai dengan land clearing, dilanjutkan pemasangan tiang pancang pada 8 Maret 2026.
Kemudian dilanjutkan pembangunan struktur ke atas pada 17 Agustus 2026, hingga serah terima kunci yang ditargetkan pada 8 Agustus 2028.
Kementerian PKP telah memulai tahapan land clearing pada Kamis (29/1/2026). Ara menegaskan bahwa lahan di Meikarta telah clean and clear secara hukum setelah dilakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca tanpa iklan