Hadapi Lebaran PT KA Siapkan 17 Rangkaian Kereta Tambahan
Warga yang mudik Lebaran menggunakan jasa kereta api (KA) tidak perlu cemas. PT KA telah menyiapkan 17 rangkaian kereta
Editor:
Tjatur Wisanggeni
Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan, 17 rangkaian kereta ini di luar 197 kereta reguler yang beroperasi saat ini.
Dari 17 kereta Lebaran ini, tiga di antaranya menuju Surabaya, yakni kereta Pasundan Lebaran (jurusan Bandung–Surabaya), Kereta Kertajaya Lebaran (Surabaya-Jakarta), dan kereta komunitas Jakarta-Surabaya.
Sementara yang bertujuan ke Malang ada dua kereta, yakni Kereta Gajayana Lebaran (Malang-Jakarta) dan Matarmaja Lebaran (Malang-Jakarta). Begitu juga yang ke Madiun, ada dua tambahan kereta, yakni Mantab Lebaran (Mandiun-Jakarta) dan satu kereta komunitas Jakarta Madiun melalui lintas selatan.
Tundjung memastikan kesiapan PT KA menyambut arus mudik mencapai 70 persen. Hasil inspeksi terhadap lintasan kereta, mulai dari Jakarta hingga Surabaya diketahui secara fisik kondisi track sudah siap, hanya beberapa lintas perlu perbaikan seperti di daerah Wilangan, Madiun yang beberapa lalu sempat menjungkirkan KA Logawa.
Lintasan yang rawan pelemparan dan pencurian di daerah sekitar Jatibarang, Cirebon. Untuk pengamanan, Tundjung menyatakan pihaknya akan melibatkan aparat keamanan, baik yang terselubung maupun yang tampak di kereta.
Tunjung menjamin selama Lebaran tidak akan ada kenaikan tarif, khususnya untuk kelas ekonomi. Kenaikan tarif baru akan diberlakukan 1 Oktober 2010 yakni rata-rata 16 persen.
Direktur Operasional PT KA Bambang Irawan menambahkan, untuk pengamanan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat Polri dan TNI. Bahkan, dengan Polri, PT KA sudah membuat perjanjian kerja sama pengamanan dan pembinaan.
Untuk pengawalan di masing-masing kereta akan diterjunkan empat personel keamanan, dua di antaranya menggunakan pakaian dinas dan dua lainnya berbaju preman.
Pengamanan juga dilakukan di stasiun dengan melibatkan petugas keamanan. Mengantisipasi maraknya calo, penjualan tiket akan dilakukan sejak H-30 Lebaran untuk kelas bisnis dan eksekutif. Sedangkan kelas ekonomi akan dijual langsung pada hari H. “Kami akan menjaga agar tidak ada yang mengapling dulu. Kalau ada pegawai yang terlibat percaloan, ada sanksi keras.
Untuk calo dari luar akan dikenakan UU 23/2007 tentang Perkeretaapian dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam bulan,” tegas Bambang.
Bambang memperkirakan arus mudik tahun ini akan mengalami lonjakan sekitar 1,6 persen di bandingkan tahun lalu. Hal ini dilihat dari meningkatnya jumlah warga yang menggunakan jasa KS sepanjang tahun ini.
Selain tambahan 17 rangkaian kereta Lebaran, untuk menampung arus mudik, masing-masing rangkaian kereta juga akan dioptimalkan. Jika sebelumnya setiap rangkaian hanya berisi sembilan kereta, nantinya bisa menggunakan daya tarik maksimum yakni 12 rangkaian. Bambang berharap penumpang yang naik kereta menjaga diri dan barang-barangnya.
“Jangan memancing suasana orang untuk berbuat tidak baik. Kami mohon warga yang tinggal di sepanjang jalur kereta juga turut serta mengamankan perjalanan kami. Sebab, perlintasan dan track kami memang terbuka. Tidak ada cara lain kalau tidak bekerja sama dengan mereka,” harap Bambang. (surya)