Perut Itu Sumber Penyakit, Maka Berpuasalah Agar Sehat
Satu penelitian yang menyebutkan, perut adalah sumber penyakit maka berpuasa itu adalah cara tepat untuk menyehatkannya.
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribun Batam, Candra P Pusponegoro
TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dibalik ujian menahan lapar, dahaga dan hawa nafsu
selama berpuasa di bulan Ramadan, ternyata ada banyak manfaat yang luar biasa
bagi kesehatan.
Pernyataan menarik ini diungkap dari sebuah penelitian yang menyebutkan, perut adalah sumber penyakit dan dengan menjaganya dari aktifitas makan dan minum merupakan obat dari penyakit itu sendiri.
Hal ini dijelaskan oleh Ustad Abdul Razak Muhidin dari Masjid Agung Batam sebagai narasumber Talkshow Ramadan Tribun Batam dalam taushiahnya di Mega Mall Batam Centre Kepri, Senin (15/8/2011) kemarin. Dalam kesempatan itu, Abdul Razak Muhidin menegaskan hanya dengan puasa akan menghasilkan manfaat yang tidak didapatkan selain menjalankan puasa.
"Dengan mengerjakan puasa maka otomatis perut terjaga dari asupan makanan yang
berlebihan yang mungkin membahayakan tubuh dan kesehatan," jelas Ustad Abdul
Razak Muhidin disela-sela acara.
Dari sinilah, berpuasa ternyata mampu menurunkan berat badan tubuh seseorang. Berkurangnya masukkan energi pada orang berpuasa membuat tubuh harus mencari sumber energi yang tersimpan di dalamnya. Yakni mengambil simpanan lemak dalam tubuh untuk dijadikan sumber energi.
Tidak heran apabila setelah menjalankan puasa selama 29 sampai 30 hari tubuh akan berubah bentuknya dan berkurang bobotnya hingga sekitar 5 kilogram. Selain itu, puasa bisa mencegah terjadinya penyakit stroke. Alasannya puasa dapat memperbaiki kolesterol dalam darah.
Berdasarkan penelitian yang ada, puasa bisa meningkatkan high density lipoprotein (HDL-kolesterol baik) dan menurunkan lemak trigliserol (pembentuk kolesterol jahat atau low density lipoprotein LDL) yang merusak kesehatan.
"Pada mereka yang memiliki tekanan darah tinggi ringan sampai sedang dengan
kelebihan berat badan, puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah," jelas
Abdul Razak Muhidin menyemangati.