Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Melatih Kesabaran

SATU di antara materi yang diumumkan Rasulullah SAW saat Ramadan adalah bulan kesabaran (wahuwa syahr al-shabr).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…

Oleh: Cholil Nafis

TRIBUNNEWS.COM - SATU di antara materi yang diumumkan Rasulullah SAW saat Ramadan adalah bulan kesabaran (wahuwa syahr al-shabr). Pengumuman Rasulullah bukan tanpa makna, tetapi jelas mengindikasikan ada suasana lain ketika Ramadan ini, yaitu kaum mukmin harus bersabar menghadapi ibadah puasa yang untuk mencapai kesempurnaannya tidaklah mudah.

Puasa yang mengharuskan pelakunya tidak makan, tidak minum, menahan seksual di siang hari, dan berkata yang baik (hifdz al-lisan), jelas memerlukan kesabaran ekstra untuk mewujudkannya. Betapa tidak, pada umumnya, semua orang senang dengan makanan, minuman, seks, serta mengumbar kata-kata yang tidak baik untuk mencaci atau menceritakan kejelekan orang lain.

Saat puasa, aktivitas tersebut harus dihentikan dan jika dilakukan puasa menjadi batal, atau pahala puasanya bisa berkurang, bahkan tidak berpahala sama sekali, kecuali lapar dan dahaga itu sendiri.

Kesabaran yang dibentuk selama Ramadan merupakan pembentukan karakter seorang mukmin agar  kesabaran menjadi sikap melekat dalam dirinya. Kesabaran sangat dibutuhkan dalam kehidupan ini.

Manusia banyak menghadapi persoalan yang memerlukan kesabaran, baik ketika mendapatkan kesedihan maupun kebahagiaan. Sabar dalam kesedihan, misalnya dalam menghadapi musibah dan kesulitan.

Musibah bisa datang kapan saja tanpa diduga-duga, bahkan kadang-kadang sangat menyakitkan, seperti kehilangan orang paling dicintai secara tiba-tiba ataupun harus kehilangan harta benda secara tiba-tiba. Demikian juga kadang-kadang kita menghadapi kesulitan dalam kehiduan ini, seperti kesulitan mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga, kesulitan mendapatkan jodoh, kesulitan merukunkan anggota keluarga, dan lain-lain.

Rekomendasi Untuk Anda

Kerasnya kehidupan tanpa kesabaran tidak saja dapat menjerumuskan seseorang kepada jalan yang sesat tetapi juga mengakibatkan seseorang merasa dirinya tidak bermakna.

Berapa banyak orang yang mencari jalan pintas mencari rezeki dengan cara tidak halal, pergi ke dukun-dukun untuk menyelesaikan persoalan, atau mengakhiri hidupnya sendiri.

Begitu menyeramkannya kehidupan ini manakala tidak dihadapi dengan kesabaran. Ingin hidup mulia tetapi justru kehinaan yang didapat.  Tetapi sebaliknya, jika mau bersabar dalam kehidupan ini manusia akan bahagia.

Sabar menurut Muhammad Abduh dan Rasyid Ridlo, penulis tafsir Almanar, mempunyai arti al juhdu wa al istimrar, yaitu berusaha secara terus-menerus. Ibnul-Mubarak berkata dengan sanadnya dari Said bin Jubeir, "Sabar ialah pengakuan hamba kepada Allah atas apa yang menimpanya, mengharapkan ridha Allah semata dan pahala-Nya. Kadang-kadang seseorang bertahan dengan gigih dengan menguatkan diri, dan tidak terlihat dari dia kecuali kesabaran."

Orang yang bersabar akan berusaha secara terus menerus untuk menundukkan dirinya agar dapat melakukan sesuatu yang dituntut. Jika berkaitan dengan ketaatan kepada Allah, bentuk kesabaran itu bagaimana seorang hamba menundukkan dirinya kepada Allah dan melawan segala hal yang dapat mereduksi ketaatannya.

Jika berkaitan dengan musibah atau sesuatu yang meyakitkan, bentuk kesabaran adalah seorang hamba menundukkan  dirinya dari perasaan duka dan putus asa, dan membangkitkan optimisme dengan keyakinan Allah pasti memberikan yang terbaik

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas