Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Menag Kecewa Muhammadiyah tak Mau Hadir Sidang Isbat

Pemerintah dalam sidang isbat hanya menentukan keputusan secara sepihak.

Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA—Menteri Agama Suryadharma Ali menyesalkan keputusan Muhammadiyah yang tidak hadir dalam penetapan 1 Ramadhan. Sedianya, penetapan awal Ramadhan akan diputuskan pemerintah melalui sidang isbat sore nanti.

“Tentu saya menyesalkan kalau Muhammdiyah tidak hadir,” ujar  Menag kepada wartawan, di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/7/2012).

Menag berharap, Muhamadiyah bisa hadir dan berdiskusi dalam penetapan 1 Ramadhan yang sedianya diputuskan pemerintah melalui sidang isbath sore nanti dengan melibatkan ormas-ormas Islam di Kementerian Agama.

Perbedaan-perbedaan yang ada dalam penetapan mulainya bulan suci Ramadan bisa diatasi dan akhirnya keputusan bersama bisa diperoleh bila Muhammadiyah berkenan hadir bersama ormas Islam lainnya

“Saya masih berharap untuk Muhammadiyah hadir, agar tidak memperuncing perbedaann. Yang terpenting kebersamaanya,” jelasnya berharap.

Sebelumnya, alasan Muhammadiyah tidak menghadiri sidang isbat karena faktor perbedaan keyakinan antara Muhammadiyah dan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia.

"Muhammadiyah merasa tidak perlu lagi untuk menghadiri rapat isbat karena alasan ini keyakinan yang tidak boleh diintervensi oleh pemerintah. Untuk tahun-tahun yang akan datang, Muhammadiyah juga tidak boleh diintervensi dan menyatakan tidak ikut sidang itu (isbat)," kata Din Syamsuddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Rekomendasi Untuk Anda

Din menilai sidang isbat yang digelar pemerintah nanti sore hanya basa-basi karena pemerintah tidak mengakomodasi aspirasi-aspirasi dari ormas keagamaan yang ada. Pemerintah dalam sidang isbat hanya menentukan keputusan secara sepihak. Oleh karena itu, tidak ada gunanya Muhammadiyah menghadiri sidang isbat.

Din kemudian mengimbau agar semua pihak menghargai sikap Muhammadiyah yang memiliki wewenang menentukan keputusan tidak lagi menghadiri sidang isbat.

"Itu sikap Muhammadiyah, mohon dihargai oleh ormas lain dan pemerintah," pintanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas