Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Indahnya Berbuka Puasa di Masjid Westall

Westall Mosque satu-satunya masjid sekaligus tempat berhimpunnya Indonesian moslem community (komunitas muslim Indonesia) yang berada di Melbourne

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Oleh Eva Desma, mahasiswi Dual Degree asal Aceh di Deakin University, melaporkan dari Melbourne

TRIBUNNEWS.COM, MELBOURNE  - BERADA jauh dari keluarga sudah pastilah pada akhirnya menimbulkan kerinduan. Apalagi pada saat bulan suci Ramadhan seperti sekarang ini yang datangnya hanya setahun sekali. Momen sahur bersama keluarga, nikmatnya berbuka, dan khidmatnya Tarawih berjamaah selalu indah untuk dikenang.

Sabtu lalu, alhamdulillah, saya berkesempatan ikut buka puasa bersama di Masjid Westall, Melbourne, Australia. Hal ini lumayan dapat mengobati kerinduan saya akan indahnya suasana Ramadhan di gampong halaman saya, Aceh.

Westall Mosque adalah satu-satunya masjid sekaligus tempat berhimpunnya Indonesian moslem community (komunitas muslim Indonesia) yang berada di Melbourne, tepatnya di Clayton South. Semua kegiatan berdimensi islami dilaksanakan oleh komunitas muslim Indonesia di masjid berarsitektur sederhana ini.

Selama Ramadhan, Masjid Westall tak pernah absen menyelenggarakan iftar (buka puasa) bersama dan shalat Tarawih. Khusus untuk iftar, diadakan setiap weekend (Sabtu dan Minggu). Menu berbuka pun disumbangkan oleh orang Indonesia yang sudah lama tinggal di Melbourne.

Sedangkan Tarawih dilaksanakan setiap malam Ramadhan yang dihadiri oleh masyarakat Indonesia dan juga beberapa orang dari Pakistan dan Afghanistan.

Sabtu itu, merupakan kali pertama saya pergi ke Masjid Westall untuk berbuka puasa. Lima belas menit kurang dari pukul 5 sore, saya sudah tiba di sana. Pamplet bertuliskan "Westall Mosque, Indonesian Community in Victoria" dengan jelas sudah terbaca. Dari luar, masjid ini tampak seperti sebuah rumah sederhana. Hanya sebuah kubah mungil yang saya perkirakan berdiameter 30 cm yang menunjukkan bahwa itu adalah sebuah masjid. Masjid yang terbilang cukup sederhana jika dibandingkan dengan kebanyakan masjid di Aceh.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut info dari seorang warga Indonesia yang sudah lama menetap di sana, dulunya masjid ini adalah rumah. Masyarakat Indonesia membelinya untuk dijadikan pusat kegiatan ibadah.  

Begitu menginjakkan kaki di dalam, nuansa hijau mendominasi ruangan, mulai dari praying mat hingga hijab pembatas antara laki-laki dan perempuan, semuanya berwarna hijau. Kesederhanaan bangunan tersebut juga tergambar dari dua buah kaligrafi indah yang merupakan ciri khas masjid, tergantung di dinding.

Mesjid ini juga dilengkapi dengan soundsystem yang khusus diperdengarkan untuk jamaah di dalam masjid saja.

Lima langkah dari pintu masuk bagian perempuan, terdapat sebuah pustaka mini yang menyimpan beberapa buku islami dan juga Alquran. Masjid Westall juga memiliki sebuah dapur yang pada bulan puasa seperti sekarang ini difungsikan untuk menyiapkan hidangan berbuka.  Sambil menunggu waktu berbuka, saya lihat anak-anak sibuk belajar membaca Quran dan Juz Amma. Sedangkan para orang tua sibuk menyiapkan hidangan berbuka. Pukul 5.20 menit semua menu berbuka sudah terhidangkan, mulai dari kurma, kolak, puding, dan beberapa jenis penganan lainnya. Tepat pukul 5.30, seluruh jamaah membacakan mulai minum dan mencicipi makanan berbuka.

Alhamdulillah, meskipun tergolong sederhana, namun di masjid inilah suasana Ramadhan bercorak Indonesia tergambarkan. Saya bersyukur karena dengan suasana itulah kerinduan saya akan meriahnya Ramadhan di kampung terobati.

Klik juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas