Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Sensasi Puasa di Musim Dingin dan Panas

PUASA di negara yang berbeda dirasakan sensasinya oleh Ir H Nurul Fajar Desira CES, Kepala Bappeda Kota Banjarmasin.

TRIBUNNEWS.COM - PUASA di negara yang berbeda dirasakan sensasinya oleh Ir H Nurul Fajar Desira CES, Kepala Bappeda Kota Banjarmasin.

Puasa saat musim dingin dialaminya ketika Fajar melanjutkan studi S2 ke University ?cole Nationale Des Travaux Publics De L'etat, Lyon, Perancis.

Di Perancis, pria yang mengambil spesialis manajemen pemeliharaan jalan ini tinggal disalah satu apartemen yanng tidak jauh dari lokasi kampusnya, sehingga apabila ingin ke kampus tidak memerlukan waktu lama, cukup berjalan kaki.

"Saya  kaget juga ternyata banyak mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di sini," ucapnya.

Selama kuliah ia menjalankan aktivitas seperti biasa yakni kuliah dan belajar. Perancis sebagai negara sekuler ternyata banyak memiliki penduduk yang beragama Islam karena berdekatan dengan negara Afrika, seperti Aljazair, Maroko dan Kamerun.

"Di sini berbagai mahasiswa dari negara lain juga banyak yang kuliah sama seperti saya," ujarnya.

Memasuki Ramadan, diceritakan Nurul Fajar, suasana menyambut Ramadan serta aktivitas ibadah ternyata terasa sekali seperti tempat-tempat ibadah selalu ramai dengan orang-orang Islam.

Rekomendasi Untuk Anda

"Itu karena Perancis punya masjid besar, yang selalu ramai sekali kalau bulan puasa," ungkapnya.

Selain itu dalam menjalan aktivitas Ramadan, di Negeri Prancis ia lebih banyak bergabung dengan komunitas mahasiswa muslim. Di sini Nurul Fajar bisa lebih khusyuk dalam menjalan ibadah puasa, seperti tarawih dan tadarus alquran.

"Saat puasa, waktu itu memasuki musim dingin dengan cuaca -6 derajat celcius, sehingga haus dan lapar tidak terasa sama sekali. Bahkan, waktu berpuasa juga pendek, hanya 10 jam, jadi tenang puasanya," beber Nurul Fajar.

Oleh karena itu, dirinya lebih banyak beraktivitas di apartemen dan kuliah ke kampus karena musim dingin. "Kalau mau berbuka dan sahur, ya masak sendiri di apartemen," ujarnya tersenyum.

Selain di Perancis, pria yang bertempat tinggal di Jalan Darma Praja IV No 63 RT 12 Banjarmasin ini juga pernah merasakan sensasi puasa di Negara Saudi Arabia, tepatnya waktu melaksanakan umrah ketika Ramadan.

"Saya selama tiga hari umrah dan waktu itu puasa di Mekkah cuacanya mencapai 45 derajat celcius. Meski panas, tapi yang namanya niat ibadah membuat panasnya tidak terasa," jelasnya.

Menurutnya setiap kali memasuki Masjidil Haram, hawa panas akan hilang karena lantai masjid selalu dingin. Bahkan, berpuasa di Mekkah, dirinya tak perlu khawatir soal makanan berbuka, karena disetiap sudut kota banyak orang yang menyediakan makanan berbuka gratis seperti kurma, minuman, dan makanan.

"Pokoknya tidak bakalan kelaparan," cetusnya sambil tersenyum.

Di Mekkah, suasana Ramadan lebih terasa pada malam hari, karena pada malam harilah semua umat islam beribadah seperti Salat Tarawih dan ibadah lainnya sampai menjelang sahur.

"Kalau siang orang lebih banyak beristirahat, jam 11 baru banyak warga yang kembali beribadah di masjid sampai waktu berbuka," pungkasnya. (ee)

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas