Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Terlalu Lama Kalau Menunggu Menghijabkan Hati

Masih banyak muslimah berdalih tak mengenakan jilbab karena ingin menghijabi hati.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Daniel Ngantung

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Daniel Ngantung

TRIBUNNEWS.COM , JAKARTA - Dalam buku terbarunya, "99 Hijab Stories - A Beautiful Spritiual Journey", Muhammad Assad, MSc., seorang pengusaha muda menemui masih banyak muslimah berdalih tak mengenakan jilbab karena ingin menghijabi hati.

Menurut Assad ini adalah salah satu alasan yang paling absurd. "Emang hati bisa dihijabin? ... Padahal sudah jelas Allah memerintahkan untuk menghijabkan kepala bukan hati," kata Assad.

Penulis yang terkenal lewat karyanya seperti "Notes From Qatar1" dan "Sedekah Super Stories",
ini mengganggap makna menghijabkan hati maksudnya memperbaiki hati, karena hati adalah elemen yang sangat penting dalam diri manusia (Al-Hadits).

"Kalau menunggu berhijab saat hati sudah bersih dan perilaku seperti Siti Aisyah tentu saja kelamaan. Akan lebih baik jika mulai menghijabkan kepala dulu sambil pelan-pelan diperbaiki hatinya," tulis Assad.

Rekomendasi Untuk Anda
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas