Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Petani Kolang-kaling di Kabupaten Garut Kewalahan Penuhi Pesanan

Para perajin penganan kolang-kaling atau cangkaleng di Kampung Cigintung, Desa Margawati, Kecamatan Garut kota, kewalahan memenuhi pesanan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Para perajin penganan kolang-kaling atau cangkaleng di Kampung Cigintung, Desa Margawati, Kecamatan Garut kota, kewalahan memenuhi pesanan selama Ramadan. Peningkatan permintaan ini mencapai tiga kali lipat dari hari biasanya.

Pengrajin cangkaleng, Heni (22), mengatakan dapat mengolah buah nira menjadi cangkaleng sampai 20 kilogram per hari. Proses pengolahannya cukup panjang, mulai dari pengupasan cangkang, perebusan, sampai dipukul menjadi berbentuk gepeng.

"Ramadan ini berkah, sehari dari mengolah cangkaleng, saya bisa mendapat Rp 50 ribu. Biasanya jarang yang memesan cangkaleng. Lumayan kalau dikumpulkan buat merayakan Lebaran," kata Heni, Kamis (3/7).

Biasanya, kata Heni, harga cangkaleng sekitar Rp 5.000 per kilogram. Namun saat Ramadan, harganya mencapai Rp 7.000 per kilogram. Permintaannya pun meningkat mencapai tiga kali lipat dari para pembeli yang langsung mendatangi kampung tersebut.

Terdapat puluhan warga yang menjadi pengrajin cangkaleng di Kampung Cigintung. Untuk menampung dan menyimpan cangkaleng yang melimpah ini, warga bahkan membuat bak penampungan untuk merendam cangkaleng siap konsumsi.

Hal serupa dikatakan perajin cangkaleng lainnya, Nenti (20). Katanya, ongkos untuk membuat cangkaleng ini cenderung murah, di antaranya membeli buahnya seharga Rp 50 ribu per 1,5 kuintal. (sam)

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas