Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Konsentrasi Beribadah Terganggu Berawal Dari Perut

Islam mengingatkan buruknya orang yang mengikuti hawa nafsunya. Begitu juga dalam hal makan dan minum.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Konsentrasi Beribadah Terganggu Berawal Dari Perut
net

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Islam mengingatkan buruknya orang yang mengikuti hawa nafsunya. Begitu juga dalam hal makan dan minum. Allah memerintahkan kita untuk makan dan minum secara wajar.

Demikian ketika berbuka puasa. Jika aksi balas dendam karena menahan lapar di siang hari maka bukanlah manfaat yang kita dapatkan. Justru akan mengganggu konsentrasi beribadah.

"Kita makan berlebihan yang ujung-ujungnya bukan tambah sehat, tapi malah menjadikan kita kekenyangan," ujar ustaz Rahmadi dari Banjarmasin.

Perut yang kepenuhan dapat membuat konsentrasi ibadah kita terganggu, seperti mengantuk, sakit perut, sering buang angin, dan gangguan lainnya yang dapat mengurangi kekhusyukan kita beribadah.

Rahmadi mengingatkan tentang Firman Allah SW tentang tidak berlebihan. "Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS Al-A'raf: 31)

Rahmadi menambahkan berlebih-lebihan memang tidak baik. Termasuk di dalamnya adalah berlebihan dalam makan dan minum. Sangat  ironis, bila kita mampu menahan makan dan minum sekitar 14 jam, tiba-tiba tidak bisa mengendalikan diri dan jadi berlebih-lebihan ketika waktu maghrib tiba.

Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya untuk tidak memenuhi hawa-nafsunya terhadap makanan yang dikonsumsinya. Berlebihan dalam makan dan minum adalah perbuatan buruk. Begitu pun saat menghadapi waktu berbuka puasa karena beliau saw bersabda:

Rekomendasi Untuk Anda

"Tidak ada tempat paling buruk yang dipenuhi isinya oleh manusia, kecuali perutnya. Karena sebenarnya cukup baginya beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Kalaupun ia ingin makan, hendaknya ia atur dengan cara sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya."(HR. Ahmad, an-Nasa'i dan At-Tirmidzi)

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas