Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Para Nabi yang Bikin Penasaran

Pembelajaran mengenai cerita Nabi dan para Rasul itu diberikan agar bisa memetik pelajaran mulia dari kehidupan para Nabi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kisah Para Nabi yang Bikin Penasaran
TRIBUN JABAR / DONY INDRA
BELAJAR -- Sejumlah anak belajar membaca huruf Hijaiyah di Masjid Lautze 2 di Jalan Tamblong, Bandung, Senin 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - MENGISI waktu luang menunggu azan magrib berkumandang sambil belajar agama Islam tentu salah satu kegiatan yang positif. Selain itu, mengaji dan belajar agama pada bulan Ramadan dapat menambah pahala bagi kita.

Kegiatan belajar agama islam itulah yang diberikan di Masjid Lautze 2 yang terletak di Jalan Tamblong, Bandung. Sejak sore hari, ketika jalanan depan masjid tersebut masih dipadati kendaraan roda dua dan empat yang berlalu lalang, tampak di dalam masjid, anak-anak dengan pakaian muslimnya sedang bercanda satu sama lainnya.

Mereka tengah menunggu pengajar yang akan mengajari mereka mengenai agama Islam. Anak-anak dari umur 5 hingga 15 tahun tampak ceria berlarian di dalam masjid seluas 56 meter persegi itu.

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 15.45 WIB, mereka tampak harap-harap cemas menanti sang guru untuk tiba di masjid yang menyerupai kelenteng tersebut. Dua puluh menit kemudian, pengajar datang, mereka pun langsung menyambut pengajar itu dengan ciuman di tangannya.

Tanpa banyak basa-basi, pengajar langsung memberikan materi - materi mengenai agama Islam yang didahului dengan membaca huruf hijaiyah di papan tulis berwarna putih yang dibiarkan tidak menempel di dinding itu.

Di jajaran depan, kaum hawa mendominasi. Sedangkan di belakang, kaum adam yang mengisi tempat bagian belakang.

Dengan lantangnya, mereka membaca satu per satu huruf hijaiyah yang ditunjuk oleh pengajar mereka. Lama kelamaan, suara ejaan bacaan huruf hijaiyah mereka berubah menjadi nada lagu yang merdu.

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu peserta, Fitri Fujiawati mengaku senang bisa mempelajari agama di saat bulan suci Ramadan ini. Terlebih kegiatan ini dilakukan saat jelang berbuka puasa. Gadis berumur 14 tahun ini dengan suaranya tampak pede membaca satu demi satu huruf hijaiyah yang ditunjuk pengajar.

"Ya seneng aja bisa belajar di sini sambil nunggu buka puasa, soalnya asik dan rame kalau ngabuburit di sini sama temen - temen yang lain, apalagi gurunya baik, temen-temen di sini juga pada senang," ujarnya saat ditemui di Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung.

Fitri dan teman-temannya memang kerap belajar mengaji di Masjid ini, namun menurutnya belajar mengaji pada saat bulan Ramadan tentu berbeda dengan mengaji hari-hari biasa. Menurut gadis yang kini duduk di bangku kelas 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini, belajar mengaji saat bulan Ramadan di masjid ini, bisa mendapatkan materi lain seperti cerita mengenai Nabi.

"Seru soalnya ada cerita Nabi juga, jadi kan bisa tahu tentang sejarah perjalanan Nabi," katanya.

Tak hanya Fitri yang senang dengan cerita mengenai Nabi. Anak lainnya Farhan Putra pun sama menyukai cerita mengenai sejarah Nabi dan islam yang diberikan pengajar. Bahkan, sebelum pengajar datang, ia memang sudah tak sabar menanti cerita dongeng apa yang hari ini akan diberikan oleh pengajar.

"Setiap harinya ada cerita Nabi, kemarin tentang Nabi Ayub, sekarang ga tau tentang apa ceritanya," ujarnya.

Keinginan mereka pun terbayarkan, usai belajar membaca huruf hijaiyah, pengajar langsung menceritakan tentang sejarah Islam dan juga Nabi. Kali ini, pengajar memberikan cerita mengenai sejarah perang Islam yang dilakukan pada zaman Nabi Muhammad SAW.

Dengan wajah serius, mereka nampak mendengarkan cerita yang diberikan oleh pengajarnya itu.

Terdengar salah seorang anak sempat bertanya, "Bu kenapa kita tidak boleh berkelahi sedangkan Nabi Muhammad berperang," ucap seorang anak. Lantas pengajar itu pun menjelaskan perbedaan dari berkelahi dan berperang pada zaman Nabi Muhammad SAW.

Pengajar memberikan pengertian jika yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu jihad di jalan Allah untuk para umatnya. Lantas, setelah diberi perbedaan itu, mereka bisa mengerti perbedaannya.

Pengajar sekaligus Humas Masjid Lautze 2, Jesslyn mengatakan, antusiasme anak-anak untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di masjid yang dibangun tahun 1997 ini sangat tinggi.

"Memang kita tiap tahun suka ngadain acara saat Ramadan. Pada saat Ramadan tahun ini pun mereka sudah antusias sebelumnya, malah nanya Ramadan sekarang akan ada apa nih, ya sudah kita adakan saja pesantren kilat untuk anak-anak sekitar sini," ujarnya.

Selain itu, pembelajaran mengenai cerita Nabi dan para Rasul itu diberikan agar mereka bisa memetik pelajaran mulia dari kehidupan para Nabi yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan mereka masing - masing.

"Sehari satu Nabi atau satu kisah mengenai sahabat Rasul. Kemarin juga ketika bercerita tentang Nabi mereka antusias malah banyak yang bertanya dan ingin tahu segala hal. Kita juga terapkan dengan cara penyampaian yang seperti dongeng supaya mereka mudah mengertinya," katanya. (Tribun Jabar/Dony Indra)

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas