Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Calo Tak Berkutik di Stasiun Pasar Senen

Calo tiket tak tak berkutik di Stasiun Pasar Senen pada arus mudik tahun 2014 ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Calo Tak Berkutik di Stasiun Pasar Senen
Theo Yonathan Simon Laturiuw/Warta Kota
Inilah antrean pembelian dan pengembalian tiket di Stasiun Pasarsenen, Jumat (25/7/2014).(Theo Yonathan Simon Laturiuw) 

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calo tiket tak tak berkutik di Stasiun Pasar Senen pada arus mudik tahun 2014 ini.

Stasiun Pasar Senen nyaris bersih dari calo. Mereka juga tak berani melakukan aksinya terbuka seperti dulu. Aksi calo ini lebih mirip penjual narkoba ketimbang calo tiket.

Pantauan Wartakotalive.com, Jumat (25/7/2014), calo tak lagi berteriak-teriak menjajakan tiketnya seperti arus mudik tahun 2012 maupun 2013.

Saat ini calo mendekati satu per satu orang dengan suara pelan. Tiket yang mereka bawa pun tak banyak.

Salah seorang calo mengaku bernama Anwar, mengaku, dia hanya punya dua tiket KA Majapahit. Anwar beberapa kali kelihatan menawari tiket itu, tapi tak ada yang tertarik.

Bahkan, Anwar mengaku, saat hendak membeli tiket saat H-90, dia justru kalah cepat dengan pembeli lain. Tiket dalam sekejap habis. Makanya Anwar baru dapat tiket untuk Ia jual lagi saat KA Tambahan Lembaran dibuka. Tapi ternyata justru sulit menjualnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Iya, saya juga belum ditawari calo dari tadi. Padahal saya lagi cari tiket ke Jogjakarta nih," kata Anti (31), seorang pemudik yang tengah berburu tiket di Stasiun Pasar Senen, Jumat (25/7/2014).

Menurut Anti, tahun 2012 dan 2013 lalu dia selalu membeli tiket dari calo. Tahun ini Anti harus lebih sabar menunggu orang yang mebatalkan tiket dan menyisakan kursi kosong.

"Ini saya sudah tunggu empat jam belum ada yang membatalkan di tiket-tiket kereta menuju jogja. Tadi ada, tapi sudah keburu ada orang lain yang membelinya," kata Anti yang bekerja di perusahaan otomotif di Jakarta ini.

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas