Makanan Ini Maksimalkan Detoksifikasi Tubuh Saat Puasa
Puasa akan mengoptimalkan kerja organ metabolisme detoks tersebut sehingga hasil detoksifikasinya lebih lancar dan natural.
Editor:
Anita K Wardhani
TRIBUNNEWS.COM - Puasa memiliki faedah yang cukup banyak bagi manusia.
Ahli gizi Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Surakarta, Ratna Wardatun SGz mengungkapkan, frekuensi makanan saat puasa justru menjadi proses detoksifikasi (pengeluaran racun dalam tubuh) yang sangat efektif.
Hal itu juga ditunjang dengan penelitian-penelitian. Di mana, berkurangnya frekuensi makanan dan minuman yang dikonsumsi, berakibat menurunnya metabolisme tubuh.
Akan tetapi, orang yang berpuasa tidak perlu khawatir. Meski terkadang fisik terasa lesu dan lemas, namun sebenarnya tubuh manusia masih bisa bertahan antara 24 hingga 48 jam dalam sehari.
“Energi itu diambilkan dari cadangan lemak yang ada di dalam tubuh manusia,” katanya kepada Joglosemar, beberapa waktu lalu.
Selain itu, tubuh manusia sebenarnya memiliki sistem detoksifikasi secara alami. Dengan pola makan teratur di bulan puasa, tubuh kita dapat terkondisikan untuk melakukan detoksifikasi secara alami.
Organ yang dimaksudkan antara lain hati, usus besar dan ginjal secara sistematis mengolah dan memilah makanan beserta racun yang mungkin terkandung di dalamnya. Puasa akan mengoptimalkan kerja organ metabolisme detoks tersebut sehingga hasil detoksifikasinya lebih lancar dan natural.
Guna memaksimalkan detoksifikasi itu, maka perlu dijaga kebugaran serta konsumsi makanan saat buka puasa maupun sahur. Dirinya menjelaskan seseorang harus memperbanyak konsumsi protein, vitamin A, B, C, dan serat. Begitu juga dengan kecukupan karbohidrat dalam tubuh. (Joglosemar/Murniati)