Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Unik! Musala di Bogor Ini Letaknya Ada di Dalam Vihara

Keberadaan musala di tempat peribadatan warga Tionghoa ini bukan tanpa sebab.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Unik! Musala di Bogor Ini Letaknya Ada di Dalam Vihara
TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti
Kegiatan Maulud Nabi Muhammad SAW yang digelar di Vihara Mahabrahma, Pulo Geulis, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR.COM - Sebuah Musala umumnya berada di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas beragama muslim atau di tempat lainnya yang memudahkan warga muslim untuk melaksanakan ibadah salat lima waktu.

Namun, berbeda dengan musala yang satu ini.

Terletak di Jalan Roda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, mushola ini berada di dalam sebuah kelenteng atau vihara.

Sudah sejak lama, warga di Kampung Pulo Geulis, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor menanamkan toleransi yang tinggi.

Musala itu berada di dalam Vihara Mahabrahma, atau bisa disebut juga Kelenteng Pan Kho Bio, yang merupakan kelenteng tertua di Kota Bogor.

Di dalam kelenteng yang ukurannya tidak terlalu besar itu, terdapat berbagai petilasan hingga makam imam penyebar agama Islam di tanah sunda.

Rekomendasi Untuk Anda

"Makanya di dalam kelenteng ini disediakan musala bagi warga Muslim," kata pengurus Kelenteng Pan Kho Bio, Chandra, kepada TribunnewsBogor.com.

Musala ini berada persis di bagian belakang bangunan, dekat dengan altar dewa dan meja persembahan untuk ritual agama Buddha, dan Konghucu.

"Ukurannya memang tidak besar, tapi cukup untuk salat, bahkan sering digunakan untuk salawatan oleh warga setiap malam Jumat," katanya.

Di dalamnya, disediakan beragam perlengkapan salat seperti sajadah, sarung, Alquran dan kitab-kitab lainnya.

Dengan begitu, umat Muslim dan umat Konghucu bisa beribadah secara berdampingan di dalam kelenteng tersebut.

Uniknya, di dalam musala yang kecil ini juga, terdapat sebuah batu berukuran besar tepat berada di tengahnya.

"Keberadaan batu itu bukan berarti warga Muslim meminta doa apalagi menyembah ke batu, tapi itu petilasan yang kebetulan posisinya ada di situ, sudah ada sebelum bangunan ini dibuat," jelasnya.

Berbagai kegiatan perayaan agama pun kerap dilaksanakan di sini secara bergantian.

Umat Muslim juga biasa mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan buka bersama pada bulan Ramadhan di tempat ini.

"Ini sudah tahun ke-8 dilaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW dan buka bersama di dalam kelenteng," katanya.

Selain nilai toleransinya yang tinggi, warga di Kampung Pulo Geulis ini juga senang bergotong royong.

Saat perayaan Maulid Nabi dan buka puasa bersama, warga Tionghoa dengan suka hati menyiapkan makanan dan memasak.

Begitu pula saat perayaan Imlek, warga Muslim akan dengan sukarela membantu memandikan patung dewa, dan membersihkan kelenteng.

Tak hanya itu, kelenteng ini juga ternyata menyimpan sejarah begi beberapa agama lainnya.

Tak hanya Konghucu, yang merupakan rumah dewa alam semestanya yaitu Pan Kho, atau petilasan dan makam imam penyebar agama islam, ada juga Buddha dengan peninggalan patung Dewi Kwan Imnya.

"Juga Hindu yang diwarisi ajaran dari kerajaan Pajajaran," ujarnya.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas