Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jelang Ramadan, Ekonom Deni Daruri Gelar Wisuda Penghafal Alquran

Kata Deni, ilmu dalam Al Qur'an itu sangat luas, dalam dan luar biasa. Sangat beruntung bagi...

Jelang Ramadan, Ekonom Deni Daruri Gelar Wisuda Penghafal Alquran
Istimewa
Wisuda para penghafal Alquran. 

TRIBUNNEWS.COM - Jelang bulan Ramadhan, Presiden Direktur Center of Banking Crisis (CBC), Ahmad Deni Daruri menggelar acara wisuda para penghafal Al-Quran 30 juz yang merupakan rangkaian penutup dari program Tahajjud Murojaah.

Yaitu program menguatklah hafalan Al-Qur'an 30 juz dalam shalat tahajjud yang merupakan bagian dari gerakan Indonesia Murojaah yang digulirkan Deni bersama KH Deden Muhammad Makhyaruddin, hafizh dan mufassir muda peraih juara 1 perlombaan tahfizh 30 juz dan tafsirnya tingkat dunia di Maroko sejak tujuh bulan yang lalu.

Ini akan memberikan pengawalan terhadap hafalan para penghafal Al-Quran Indonesia agar tetap terjaga dan semakin berkualitas seiring dengan merebaknya trand tahfizh setelah 5 tahun terakhir ini.

Karena bagian terpenting dari lahirnya penghafal Al-Qur'an untuk kemakmuran suatu negeri adalah ketika hafalan tersehut terpeliharan dengan selalu melakukan murojaah (mengulang hafalan).

Hal itu dikatakan Deni dalam acara Wisuda Tahajjud Muroja'ah angktan I di Mesjid An Nahl, Kompleks Icon, BSD City, Tangerang Selatan, kemarin.

"Gerakan Indonesia Muroja'a (GIM) diperuntukan buat para para penghafal Al-Quran. Khususnya yang sudah hafal 30 juz. Di mana, Muroja'ah berarti mengulang," ujar Deni.

Di sela kesibukannya sebagai pengamat perbankan, Deni  tak pernah melupakan Al Qur'an. Apalagi menjelang datangnya Bulan Ramadan ini.  

Kata Deni, ilmu dalam Al Qur'an itu sangat luas, dalam dan luar biasa. Sangat beruntung bagi yang sudah hapal bahkan mampu tafsir. Namun, ilmu itu mudah hilang bila tak diterapkan atau dipelajari kembali. 

"Ada seribuan lebih penghapal Al Qur'an 30 juz setiap tahun. Namun yang bertahan hafalanya hanya 0,3 persen atau tiga orang saja. Ini kan sangat miris. Padahal, ilmu-ilmu dalam Al Qur'an itu luar biasa dahsyat," kata Deni dalam acara Wisuda Tahajjud Muroja'ah I di Mesjid An Nahl, Kompleks Icon, BSD City, Tangerang Selatan, kemarin.

"Meski sudah hapal Qur'an, tapi tidak pernah dipelajari atau diulang-ulang, ya akhirnya lupa. Lupa didiamkan akhirnya benar-benar hilang ilmunya," ungkap Deni.

Tahap awal, Gerakan Indonesia Muraja'ah (GIM) ini tersebar melalui mulut ke mulut. Pada Agustus 2016, program Tahajjud Murojaah dilouchingkan, ratusan orang yang mendaftar. Namun hanya 72 orang terpilih.

Setelah tujuh bulan digembleng di Masjid An Nahl, para santri itu dinyatakan lulus. Hanya saja, dari 72 wisudawan terdapat 9 santri yang masuk kategori istimewa. Lantaran bisa menghapal Al Qur'an sebanyak 30 juz. Dan, Muhammad adalah wisudawan terbaik yang termuda, baru 11 tahun. 

"Karena sembilan penghafal Al-Quran itu memang luar biasa, maka kita berikan hadiah berupa umroh gratis," kata Deni. 

Menurut Deni, Gerakan Indonesia Muraja'a ini juga akan menggelar Klinik Qur'an Ramadan. Kegiatan ini memberikan bimbingan membaca Al Qur'an baik tingkat pemula hingga bimbingan tahfizh dan muroja'ah. (*)

Editor: Malvyandie Haryadi

Punya pertanyaan seputar zakat , infaq dan sedekah ? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Zakat yang langsung dijawab Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas