Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ramadan 2017

Multitafsir Konsep Khalifah

Kata dan konsep khalifah di sini dipahami berbeda dari konsep kekhalifahan yang diperjuangkan oleh kelompok tertentu.

Multitafsir Konsep Khalifah
YouTube
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Komaruddin Hidayat. 

Oleh: Prof Dr Komaruddin Hidayat, Guru Besar UIN Syarif Hidyatullah

TRIBUNNEWS.COM - Dalam Alquran (2: 30-33) terdapat narasi dialog antara Tuhan dan malaikat. Dialog ini sangat menarik sehingga mengundang berbagai ahli tafsir untuk berusaha menangkap apa sesungguhnya pesan Allah dengan firman-Nya itu.

Satu di antara kata kuncinya adalah Allah ingin menjadikan Adam (manusia) sebagai khalifah di muka bumi. Kata dan konsep khalifah di sini dipahami berbeda dari konsep kekhalifahan yang diperjuangkan oleh kelompok tertentu.

Ketika Allah berfirman hendak menjadikan manusia khalifah yang berarti wakil atau mandataris Tuhan di muka bumi, maka malaikat pun heran, kaget, lalu bertanya bernada protes. Wahai Tuhan, kata malaikat, akankah Engkau akan mengangkat mandataris-Mu yang nantinya senang membuat kerusakan dan pertumpahan darah?

Bukankah selama ini kami para malaikat senantiasa memuji-Mu dan menyucikan-Mu, apakah masih kurang? Tuhanpun menjawab, Aku lebih tahu apa yang akan Aku lakukan, apa yang kamu tidak mengetahuinya.

Maka Tuhan pun memberi bekal dan mengajari Adam ilmu pengetahuan tentang semesta ini, lalu dituangkan dalam simbol-simbol bahasa.

Dengan keunggulan akalnya Adam dan anak-anaknya melakukan kajian (iqra) tentang semesta, atau riset mengenai sifat-sifat alam, lalu hasilnya dituangkan dan diabadikan ke dalam simbol bahasa yang pada urutannya jadi buku-buku ilmiah.

Sebuah kreasi yang tidak sanggup dilakukan oleh malaikat. Dengan kemampuan akalnya, manusia dari zaman ke zaman senantiasa menggali dan memperluas ilmu pengetahuan.

Dengan kegiatan research, batas-batas ilmu selalu ditembus dan diperluas. Manusia menciptakan simbol-simbol huruf dan angka untuk menyimpan dan mengkomunikasikan hasil risetnya sehingga dapat diwariskan kepada generasi di belakangnya.

Dengan modal akal dan kebebasan berkreasi serta berinovasi, dunia manusia jauh lebih kaya dari dunia malaikat dan hewan. Makanya manusia juga disebut sebagai homo faber. Makhluk yang selalu mencipta peralatan teknis agar hidup lebih nyaman.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Y Gustaman
  Loading comments...

Berita Terkait :#Ramadan 2017

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas