Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Mohamad Guntur Romli Sebut Malam Lailatul Qadar 27 Ramadan, Berikut Dalil dan Penjelasannya

Malam lailatul qadar merupakan malam yang dinanti-nanti oleh umat islam lantaran merupakan malam yang lebih baik dari 1.000 bulan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Mohamad Guntur Romli Sebut Malam Lailatul Qadar 27 Ramadan, Berikut Dalil dan Penjelasannya
Kolase TribunStyle
Ilustrasi Lailatul Qadar 
Memuat video…

(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

TRIBUNNEWS.COM - Mohamad Guntur Romli membagikan catatannya mengenai malam lailatul qadar.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Facebook @GunRomli yang diunggah pada Minggu (10/6/2018).

Mohamad Guntur Romli mengatakan jika malam lailatul qadar dirayakan pada malam ke-27 ramadan di Mesir.

Hal tersebut berdasarkan pengalamannya selama 6 tahun menempuh pendidikan di Al-Azhar, Cairo, Mesir.

"Saat mengikuti Perayaan Lailatul Qadar pada tahun pertama puasa saya di Mesir, tahun 1999, saya terkejut.

'Waaah Lailatul Qadar di sini tidak misterius, bahkan ada perayaannya malam tanggal 27 Ramadhan', bisik saya dalam hati waktu itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Karena biasanya, tradisi di Indonesia, Lailatul Qadar adalah malam yang istimewa karena menurut firman Allah Swt malam ini lebih baik dari seribu bulan, karena istimewanya,

maka harinya misterius, yang bisa ditunggu-tunggu dan diamati pada malam-malam bertanggal ganjil di sepuluh akhir bulan Ramadhan: tanggal 21, 23, 25, 27 dan 29.

Tapi di Mesir Lailatul Qadar sudah ada "hisab"nya, yakni malam tanggal 27, tidak perlu lagi tradisi "ru'yah" meneropong, menunggu Lailatul Qadar," tulisnya.

Mohamad Guntur Romlim pun memaparkan sejumlah dalil mengenai malam lailatul qadar.

Halaman Selengkapnya >

Sumber: TribunWow.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas