Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mutiara Ramadan: Sujud dan Berdiri

Menghidupkan malam dengan salat tahajud, sangat dianjurkan setelah pada siang hari kaum muslim wajib menjalankan ibadah puasa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Mutiara Ramadan: Sujud dan Berdiri
ummi-online.com
Ilustrasi Salat 

Salat yang berisi doa-doa itu pada dasarnya untuk mengingat Allah dan hanya melalui mengingat Allah hati menjadi tenang.

Allah sumber dan yang membawa ketenangan hati manusia, karena itu manusia diperintah supaya mendirikan salat untuk mengingat Dia.

Intensitas kebermaknaan ibadah salat akan lebih terasa jika pelaku menyadari ibadah itu sebagai kebutuhan, bukan kewajiban semata.

Santri Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah membaca AlQuran ketika melaksanakan tadarus massal pada Ramadan 1439 H, di Medan, Sumatera Utara, Senin (21/5/2018). Kegiatan yang diikuti sedikitnya 2.500 santri tersebut, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pada bulan Ramadan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Santri Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah membaca AlQuran ketika melaksanakan tadarus massal pada Ramadan 1439 H, di Medan, Sumatera Utara, Senin (21/5/2018). Kegiatan yang diikuti sedikitnya 2.500 santri tersebut, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pada bulan Ramadan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi)

Secara psikologis aktivitas yang didorong oleh kebutuhan akan memberi penekanan pada isi dan substansi.

Menempatkan salat sebagai kewajiban saja akan menekankan pada aspek formalitas salatnya.

Isyarat Kedekatan

Salat di waktu malam yang sunyi merupakan aktivitas perjumpaan jiwa raga kepada Allah.

Rekomendasi Untuk Anda

Kedalaman makna perjumpaan itu tergantung pada kesungguhan mengharap kasih Allah.

Karena dalam agama diajarkan Allah menguasai alam raya dan menguasai kehidupan manusia, baik kehidupan lahir maupun batin.

Bagi kaum muslim malam hari merupakan waktu untuk melakukan pengaduan atas prestasi dosa yang telah dilakukan.

Ada sebagian hamba-hamba-Nya yang sedikit sekali tidur di waktu malam dan di waktu sahur, mereka memohon ampun kepada Allah (QS Al-Dzariyat: 17-18).

Inilah yang sesungguhnya hakekat qiyamullail, ibadah yang dijaminkan Allah membawa kemuliaan martabat manusia.

Seorang muslim dalam salatnya menghimpun segala bentuk dan cara pengakuan, penghormatan, serta pengagungan yang dikenal umat manusia.

Dalam salat ada isyarat penghormatan menggunakan tangan, berdiri tegak, menunduk, rukuk, sujud, puji-puji, doa, dan pengharapan.

Santri Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah membaca AlQuran ketika melaksanakan tadarus massal pada Ramadan 1439 H, di Medan, Sumatera Utara, Senin (21/5/2018). Kegiatan yang diikuti sedikitnya 2.500 santri tersebut, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pada bulan Ramadan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Santri Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah membaca AlQuran ketika melaksanakan tadarus massal pada Ramadan 1439 H, di Medan, Sumatera Utara, Senin (21/5/2018). Kegiatan yang diikuti sedikitnya 2.500 santri tersebut, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pada bulan Ramadan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi)

Dalam ayat di atas kata sujud lebih dahulu disebut dari pada berdiri, padahal dalam salat berdiri dulu baru sujud.

Hal itu untuk menunjukkan pada saat sujud mengisyaratkan betapa dekatnya manusia kepada Sang Pencipta.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas