Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lebaran 2019

Tak Hanya Mengusik Kenyamanan Lebaran, Ini Akibat Sangat Buruk Pertanyaan Iseng 'Kapan Nikah?'

Tak Hanya Mengusik Kenyamanan Lebaran, Ini Akibat Sangat Buruk Pertanyaan Iseng 'Kapan Nikah?'

Tak Hanya Mengusik Kenyamanan Lebaran, Ini Akibat Sangat Buruk Pertanyaan Iseng 'Kapan Nikah?'
crosswalk.com
Ilustrasi 

Tak Hanya Mengusik Kenyamanan Lebaran, Ini Akibat Sangat Buruk Pertanyaan Iseng 'Kapan Nikah?' 

Karena ini akibat buruknya bila pertanyaan 'kapan nikah' itu diulang-ulang dengan maksud iseng atau meledek, apalagi bila yang ditanya kebetulan orang yang sedang sangat sensitif dengan pertanyaan seperti itu. 

TRIBUNNEWS.COM - Dari zaman ke zaman, pertanyaan yang paling sering bikin muda-mudi Indonesia berkeringat dingin dan menjauh pelan-pelan adalah “kapan nikah?”.

Pertanyaan ini paling sering didengar ketika mudik lebaranatau kondangan.

Walau terdengar sepele, sebaiknya pertanyaan sepersonal ini hanya dilontarkan setelah melalui pertimbangan matang saja.

Pasalnya, pertanyaan “kapan nikah?” yang dilontarkan hanya sebagai basa-basi bisa berdampak buruk bila dilontarkan ke orang yang salah.

Seseorang yang mengalami depresi, misalnya, bisa bertambah buruk kondisinya bila mendapatkan pertanyaan seperti itu.

Bahkan, menurut Rizqy Amelia Zein yang mengajar Social and Personality Psychology dari Universitas Airlangga, pertanyaan ini bisa memicu orang yang suicidal untuk benar-benar bunuh diri.

 Tidak Bisa Mudik Lebaran? Tenang, Lakukan Hal Berikut Ini Agar Tetap Bahagia Walaupun Tak Bisa Mudik

 Lengkap! 11 Langkah Membuat Ketupat Lebaran Anti Gagal, Cara Mengisi Beras hingga Merebusnya

Perlu untuk Anda ingat, sering kali orang-orang yang mengalami depresi tidak secara eksplisit menampakkannya sehingga ada baiknya untuk menahan pertanyaan yang sifatnya terlalu personal seperti itu.

Lebih lanjut, Astrid Wen selaku psikolog anak dan keluarga, serta theraplay practitioner dari Pion Clinician, berkata bahwa terpapar pertanyaan “kapan nikah?” berulang-ulang dapat membuat seseorang menjadikan pernikahan sebagai tujuan hidup.

HALAMAN SELANJUTNYA =====================>

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Agung Budi Santoso
  Loading comments...

Berita Terkait :#Lebaran 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas