Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Waktu dan Ketentuan Puasa Syawal, Apakah Harus Dilakukan 6 Hari Berturut-turut?

Apakah puasa syawal harus dilakukan selama enam hari berturut-turut tanpa jeda? Dan bagaimana jika masih punya hutang puasa Ramadan? Ini penjelasannya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitriana Andriyani
Editor: Fathul Amanah
zoom-in Waktu dan Ketentuan Puasa Syawal, Apakah Harus Dilakukan 6 Hari Berturut-turut?
Muslimah activity
Puasa Syawal 

Nabi Musa AS berkata:

وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَى

Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku).” (QS. Thaha: 84)

Dan, Anda harus cepat berpuasa enam hari ini, karena menunda dapat menyebabkan masalah.

Ini adalah pandangan para Syafii dan beberapa Hambali, tetapi tidak apa-apa jika Anda tidak mempercepatnya dan Anda menunda sampai pertengahan atau akhir bulan.

Imam Nawawi r.a. berkata

Menurut ulama Syafi’iyah, puasa enam hari di bulan Syawal disunnahkan berdasarkan hadits di atas.

Rekomendasi Untuk Anda

Disunnahkan melakukannya secara berturut-turut di awal Syawal.

Jika tidak berturut-turut atau tidak dilakukan di awal Syawal, maka itu boleh.

Seperti itu sudah dinamakan melakukan puasa Syawal sesuai yang dianjurkan dalam hadits.

Sunnah ini tidak diperselisihkan di antara ulama Syafi’iyah, begitu pula hal ini menjadi pendapat Imam Ahmad dan Daud.” (Al-Majmu’, 6: 276)

Bisakah seseorang memulai puasa enam hari Syawal ketika dia masih punya waktu berhari-hari untuk membayar utang Ramadan?

Berikut jawaban dari Ustaz Ammi Nur Baits, Dewan Pembina Konsultasi Syariah.

Pertama, terkait dengan puasa wajib Ramadan, puasa sunah ada dua:

Puasa sunah yang berkaitan dengan puasa Ramadan. Contoh puasa sunah semacam ini adalah puasa sunah Syawal. Berdasarkan hadis,

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas