Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ini Bacaan Niat Salat Tarawih di Rumah, Bisa Dilakukan Sendiri atau Berjemaah

Berikut bacaan niat salat Tarawih. Tarawih di masjid atau rumah tidak mengubah tata cara pelaksanaan, jumlah rakaat, dan tidak mengurangi keutamaannya

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sanusi
zoom-in Ini Bacaan Niat Salat Tarawih di Rumah, Bisa Dilakukan Sendiri atau Berjemaah
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ramadan Kareem 2020. Berikut bacaan niat salat Tarawih. 

TRIBUNNEWS.COM - Umat muslim pada bulan Ramadan ini diimbau melaksanakan salat tarawih di rumah untuk mencegah penularan Covid-19 atau virus Corona.

Tarawih di masjid atau rumah tidak mengubah tata cara pelaksanaan, jumlah rakaat, dan tidak mengurangi keutamaannya.

Bacaan niat salat Tarawih di rumah dan masjid sama saja.

Demi memutus rantai penyebaran virus Covid-19, pemerintah pun mengimbau agar masyarakat untuk melakukan segala macam kegiatan ibadah dari rumah masing-masing.

Termasuk salat tarawih yang rutin dilaksanakan selama bulan Ramadan.

Pelaksanaan salat tarawih di rumah merupakan manifestasi kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dikeluarkan oleh sebagian pemerintah daerah di Indonesia.

Dilansir TribunJakarta dari laman nu.or.id, berikut bacaan niat salat tarawih ketika ditunaikan di rumah.

 Bolehkah Tidak Berpuasa Ramadan Saat Pandemi Covid-19? Berikut Penjelasan Buya Yahya

Rekomendasi Untuk Anda

Tidak ada perbedaan pada tata cara shalat tarawih di masjid dan di rumah.

Masyarakat dapat melakukan shalat tarawih di rumah secara berjamaah dengan sedikit orang (ini dianjurkan) atau sendiri (infirad) sebagaimana salat tarawih di masjid.

Adapun berikut ini adalah lafal niat shalat tarawih secara berjamaah:

Ilustrasi salat
Ilustrasi salat (Shutterstock)

1. Ini lafal niat shalat tarawih sebagai imam.

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

 Mengapa Kita Harus Berpuasa di Bulan Ramadan? Berikut Asal Usul hingga Keutamaannya

2. Ini lafal niat shalat tarawih sebagai makmum.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas