Tribun Ramadan

Ramadan 2020

Berbuka Puasa yang Pernah Dicontohkan Rasulullah Nabi Muhammad SAW

Beliau Rasulullah gemar menyantap ruthab (kurma basah) atau tamr (kurma kering) saat buka puasa.

Penulis: Husein Sanusi
Berbuka Puasa yang Pernah Dicontohkan Rasulullah Nabi Muhammad SAW
THE WEEK
Buka puasa Ramadan 

TRIBUNNEWS.COM - Rasulullah Nabi Mummad SAW dalam berbuka puasa memberikan contoh sebagai berikut.

Beliau Rasulullah gemar menyantap ruthab (kurma basah) atau tamr (kurma kering) saat buka puasa.

Jika tidak ada dua jenis makanan tersebut, Rasulullah SAW memilih makanan manis sebagai hidangan ifthar atau berbuka dan yang terpenting adalah memakan hidangan secukupnya.

Saat berbuka puasa, Rasulullah Saw tak lupa memanjatkan doa kepada Allah Swt.

BACA JUGA: https://harakah.id/berbuka-puasa-ala-rasulullah-itu-mudah-dan-sederhana/

Yang membahagiakan bahwasanya waktu berbuka adalah salah satu momen dimana doa seorang hamba tidak tertolak.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم‏ ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ…‏

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw. bersabda “Tiga orang yang doa mereka tidak ditolak oleh Allah: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doanya orang yang terzalimi…” (HR. Al-Tirmidzi)

Lafaz doa berbuka puasa memang bermacam-macam. Biasanya saat berbuka puasa Rasulullah SAW berdoa sambil mengungkapkan rasa syukur. Lafaz doa Rasulullah saat berbuka adalah sebagai berikut.

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ.

Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insyaallah pahala sudah tetap.

Yang patut kita ingat, waktu berbuka puasa adalah antara maghrib dan isya yang tergolong singkat.

Hendaknya kita segera menunaikan shalat maghrib setelah menyantap hidangan berbuka dan meneguk minuman secukupnya dan akan lebih baik lagi apabila kita menunaikan shalat maghrib berjamaah.

Ketika berbuka puasa, banyak dari kita yang “kalap” sampai mampu melahap beberapa jenis makanan dan minuman.

Padahal, berlebih-lebihan itu tidak baik dan hal tersebut bukanlah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW

Punya pertanyaan seputar zakat , infaq dan sedekah ? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Zakat yang langsung dijawab Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Ikuti kami di
  Tribun JualBeli

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas