Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ramadan 2020

Hukum Bayar Zakat Fitrah Online & Kapan Waktu yang Tepat Untuk Membayarkanya

Bagaimana hukum ketika membayarkan zakat fitrah secara online ? berikut penjelasannya

Hukum Bayar Zakat Fitrah Online & Kapan Waktu yang Tepat Untuk Membayarkanya
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Umat Islam membayar zakat fitrah, infak, dan sedekah di Cabang Kantor Rumah Zakat, Jalan Turangga, Kota Bandung, Selasa (19/5/2020). Zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) memegang peranan penting dalam mengatasi dampak dari Covid-19, mulai dari sektor kesehatan, ekonomi, hingga pangan. Untuk sektor kesehatan, dana Ziswaf dapat dimanfaatkan untuk program penyediaan alat perlindungan diri tenaga medis, ventilator, hingga suplemen kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM - Setelah melaksanakan ibadah puasa selama bulan Ramadan, umat Muslim akan menyambut kedatangan Hari Raya Idul Fitri.

Namun, sebelum berakhirnya bulan Ramadan, umat Muslim diwajibkan untuk membayarkan zakat fitrah.

Zakat fitrah adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan umat Muslim di bulan Ramadan.

Hal ini karena zakat termasuk rukun Islam keempat.

Dikutip Tribunnewswiki.com dari dompetdhuafa.org, zakat berasal dari kata zaka, yang bermakna suci, baik, bertumbuh, berkembang, atau bertambah.

Di tengah masa wabah virus corona seperti sekarang ini, umat Muslim bisa membayarkan zakat fitrah secara online.

Baca: Lupa Bayar Zakat Fitrah Setelah Salat Idul Fitri, Bagaimana Hukumnya? Simak Penjelasan Ini

Baca: Bacaan Niat Bayar Zakat Fitrah Idul Fitri 2020 untuk Diri Sendiri dan Sekeluarga, Lengkap Nominalnya

Ilustrasi zakat.
Ilustrasi zakat. (islamichelp.org.uk)

Dikutip dari zakat.or.id, unsur terpenting dalam zakat yakni pemberi, harta, dan penerima zakat.

Walaupun bukan suatu keharusan, ada unsur penting lainnya saat membayar zakat fitrah, yakni pernyataan dan doa penerima zakat.

Dalam Fiqhuzzakat-nya, Syaikh Yusuf Al-Qardhawi berpendapat seorang pemberi zakat tidak harus menyatakan secara jelas kepada mustahik (penerima zakat) mengenai dana yang ia berikan adalah zakat.

Apabila seorang muzakki (pemberi zakat) tidak menyatakan dana yang ia berikan adalah zakat, maka zakatnya tetap sah.

Halaman Selanjutnya ---------->

 
Ikuti kami di
Editor: Archieva Prisyta
Sumber: TribunnewsWiki
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas