Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Contoh Kultum Ramadhan: Puasa Ramadhan Sebagai Wujud Ketaatan dan Peningkatan Kualitas Diri

Berikut contoh naskah kultum Ramadhan yang berjudul Puasa Ramadan Sebagai Wujud Ketaatan dan Peningkatan Kualitas Diri.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Miftah
zoom-in Contoh Kultum Ramadhan: Puasa Ramadhan Sebagai Wujud Ketaatan dan Peningkatan Kualitas Diri
freepik.com/Harryarts
ILUSTRASI Ramadan - Inilah contoh teks naskah kultum Ramadhan yang berjudul Puasa Ramadan Sebagai Wujud Ketaatan dan Peningkatan Kualitas Diri 

TRIBUNNEWS.COM - Simak contoh naskah kultum Ramadhan yang berjudul Puasa Ramadan Sebagai Wujud Ketaatan dan Peningkatan Kualitas Diri.

Menurut KBBI, kultum adalah ceramah keagaman yang berdurasi tujuh menit.

Biasanya, kultum dilakukan setelah salat berjamaah atau menjelang berbuka puasa bulan Ramadan.

Mengutip dari unpad.ac.id, berikut ini contoh naskah kultum Ramadhan yang ditulis oleh Dr Sigid Suseno SH MHum dengan judul Puasa Ramadhan Sebagai Wujud Ketaatan dan Peningkatan Kualitas Diri.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Kota Bima Senin 4 April 2022 atau 2 Ramadhan 1443 H

Baca juga: Bagaimana Hukum dan Dalil Menelan Ludah saat Puasa Ramadhan? Berikut Penjelasannya

Puasa Ramadan Sebagai Wujud Ketaatan dan Peningkatan Kualitas Diri

Puasa atau dalam bahasa arab disebut shaum atau shiyam yang berarti menahan diri, pada dasarnya bersifat universal.

Saudara-saudara kita yang beragama lain bahkan penganut aliran kepercayaan sekalipun melaksanakan puasa.

Rekomendasi Untuk Anda

Demikian pula umat bangsa-bangsa sebelumnya seperti bangsa Mesir kuno yang menyembah berhala, bangsa Yunani dan bangsa Romawi juga melaksanakan puasa.

Puasa Ramadan memiliki keutamaan yang berbeda dengan puasa-puasa lainnya, baik yang dilakukan non muslim maupun muslim.

Puasa Ramadan adalah puasa yang diperintahkan Allah SWT sebagaimana dinyatakan dalam Firman Allah Surat Al-Baqarah Ayat 183 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa".

Untuk melaksanakan puasa Ramadan banyak syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi, termasuk reward (pahala) dan punishment (dosa) bagi mereka yang melaksanakan dan meninggalkannya.

Puasa Ramadan sebagaimana namanya hanya dilaksanakan pada bulan Ramadan dan tidak dapat dilaksanakan pada bulan lain, kecuali untuk meng-qadha.

Puasa harus dimulai dengan niat pada malam sebelum puasa, dari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari; dilarang makan, minum, bersetubuh pada waktu puasa; diwajibkan kepada yang beragama Islam, berakal, balig, suci, dll.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas