Tribun Ramadan

Ramadan 2022

Ketahui Penyebab Bau Mulut saat Puasa Serta Penanganannya

Puasa selalu dikaitkan dengan masalah bau mulut. Padahal, puasa atau tidak, masalah bau mulut bisa saja terjadi. 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Ketahui Penyebab Bau Mulut saat Puasa Serta Penanganannya
Beyond Exceptional Dentistry
Ilustrasi bau mulut. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puasa selalu dikaitkan dengan masalah bau mulut. Padahal, puasa atau tidak, masalah bau mulut bisa saja terjadi. 

Menurut dr Santi dari Medical Center Kompas Gramedia, sebenarnya penyebab bau mulut itu, 90 persen disebabkan adanya kelainan pada rongga mulut

Sedangkan sisanya yaitu 10 persen disebabkan kelainan penyakit yang ada di luar mulut. Penyebab di dalam mulut biasanya mungkin karena masalah gigi geligi.

"Mungkin giginya ada berlubang, akar gigi terinfeksi, gusi terinfeksi, atau ada karang gigi. Bisa juga karena macam-macam penyakit di gigi dan lidah. Seperti tidak pernah dibersihkan, kotor, atau penyakit yang ada di sekitar mulut," paparnya di kanal YouTube Sonora FM, Minggu (17/4/2022).

Selain itu penyakit amandel yang sedang meradang bisa menyebabkan bau mulut. Jika ada nanah kecil yang bersembunyi di sela-sela amandel bisa menyebabkan bau tidak sedap.

Bisa pula karena penyakit sinusitis, pilek alergi, atau pilek kronis. Penyakit yang berada jauh di rongga mulut juga bisa menyebabkan bau mulut.

Baca juga: Sempat Adu Mulut, Berikut Kronologi Ade Armando Dikeroyok hingga Babak Belur

"Misalnya ada orang punya penyakit diabetes, hati, ginjal. Jadi penyakit di luar tubuh bisa mempengaruhi bau mulut. Dan masih banyak sekali. 

Oleh karena itu jika merasa bau mulut kurang sedap, coba perhatikan kebersihan atau kesehatan rongga mulut. Di bagian rongga mulut harus tetap dijaga kebersihannya, tidak hanya gigi

"Tidak hanya sikat gigi saja. Tapi ternyata ada tiga yang harus dijaga. Pertama gusi, lidah dan gigi. Ketiga ini harus dilakukan semuanya," tegas dr Santi. 

Selain itu yang perlu diperhatikan adalah saat membersihkan gusi, harus digosok dengan lembut. Jangan dilakukan dengan keras karena bisa merusak gigi dan gusi. 

Bagian gigi yang digosok pun ada tiga sisi. Yaitu bagian gigi mendekati pipi pada sisi dalam, lidah dan berhadapan dengan gigi rahang lainnya. 

"Orang kebanyakan lupa ada sisi kiri dan kanan yang dibersihkan. Sikat gigi gak bisa kilat. Kebanyakan dari kita sikat gigi hampir tidak sampai 1 menit, minimal dua menit," paparnya lagi.

Baca juga: Kedokteran Gigi Unissula Perkuat Digital Dentistry untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

Coba sikat gigi lebih hati-hati, serta lebih bersih menyeluruh, minimal dua menit. Kemudian berkumur juga dapat membantu mengurangi bau mulut dan menjaga kesehatan rongga mulut.

Lalu jangan lupa bersihkan gigi dengan benang gigi. Minimal harus dilakukan setidaknya sekali sehari.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas