Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Adab saat Melakukan Itikaf, Ini Hal yang Perlu Dihindari Ketika I’tikaf

Banyak hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah saw sering melakukan i’tikaf sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Adab saat Melakukan Itikaf, Ini Hal yang Perlu Dihindari Ketika I’tikaf
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Jamaah sedang beribadah di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (6/5/2021). Ibadah semakin banyak dilakukan umat Islam pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan dengan sholat sunah dan membaca Al Quran serta melakukan itikaf untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM - I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah.

Itikaf merupakan ibadah yang sering dilakukan oleh Rasulullah di malam-malam terakhir bulan ramadhan, utamanya di 10 hari terakhir, untuk menghidupkan malam kemuliaan lailatul qadar.

Banyak hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah saw sering melakukan i’tikaf sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.

Bahkan sebelum wafatnya, Rasulullah beritikaf selama 20 hari seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah.

Keutamaan Itikaf

Dosen Syariah Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, Agus Salim menerangkan, keutamaan Itikaf adalah sebagai merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Selain itu, Itikaf juga sebagai suatu ibadah yang dilakukan untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari Aisyah ra, “Rasulullah melakukan i’tikaf setiap bulan Ramadhan selama sepuluh hari, maka ketika di tahun menjelang wafatnya, Rasulullah beri’tikaf dua puluh hari. Dan istri-istrinya beri’tikaf setelah itu.”( HR. Bukhori dan Muslim).

Dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa selain merupakan sunnah yang dicontohkan nabi, I'tikaf juga bisa menjauhkan diri dari neraka.

Meski begitu, kata dia, bagi orang yang mempunyai derajat yang tinggi seperti para nabi atau para wali, beritikaf bukan karena surga dan neraka saja.

"Beritikaf itu berada di rumah Allah, kalau kita datang ke rumah Presiden pasti seneng, nah ini kita datang ke rumah Allah, itu adalah suatu kenikmatan bagi para ulama yang menjadi bagian dari kekasih-kekasih Allah," kata Agus, dilansir Tribunnews.com.

Baca juga: Amalan untuk Menghidupkan Malam Lailatul Qadar bagi Wanita yang Haid atau Nifas

Baca juga: Doa Ketika Mengalami Mimpi Buruk dan Mimpi Baik

Syarat dan Tata Cara Itikaf

Agus menerangkan, Itikaf dilakulan dalam kondisi suci, kemudian menutup aurat.

I'tikat dilakukan di malam hari, di mana seseorang bisa mendirikan shalat terlebih dahulu.

"Selain itu, berdiam diri di masjid, tentunya disertai niat," ungkap Agus.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas