Ceramah Salat Tarawih Hari Ketiga Ramadan di Masjid Istiqlal, Jemaah Diingatkan Dua Aspek Penting
Sesi tausyiah disampaikan oleh Kiai Farid F. Saenong dengan tema semangat Ramadan meneguhkan jalan moderasi beragama.
Penulis:
Rahmat Fajar Nugraha
Editor:
Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masjid Istiqlal Jakarta menggelar ibadah salat tarawih berjamaah pada hari ketiga Ramadan 1446 Hijriah.
Pantauan Tribunnews.com Minggu, (2/3/2025) para jamaah telah memadati Masjid Istiqlal sejak sore.
Kemudian para jamaah buka puasa bersama dilanjut dengan salat Mahgrib dan Isya bersama-sama.
Setelah salat Isya berjamaah, ibadah dilanjutkan dengan salat Tarawih berjamaah.
Sementara itu untuk sesi tausyiah disampaikan oleh Kiai Farid F. Saenong dengan tema semangat Ramadan meneguhkan jalan moderasi beragama.
"Kita merayakan Ramadan ini dengan suka cita, dengan gegab gempita. Jadi Ramadan itu minimal punya dua aspek penting. Yang pertama aspek kehambaan kita, aspek ketaatan kita pada Allah SWT," kata Kiai Farid kepada para jamaah.
"Kita disuruh puasa, kita puasa. Titik, tetapi aspek yang kedua yang juga tidak kalah pentingnya adalah aspek syiar di dalam agama," terangnya.
Kemudian Ia mengatakan antara salat Isya dan Tarawih ada bacaan Al-Quran dipadukan dengan ceramah agama sulit ditemukan di negara lain.
"Bukan untuk berkata mereka tidak kreatif, mereka tidak baik. Tidak. Tetapi kita pun punya cara yang tidak dilarang oleh agama. Dan itulah yang kita amalkan dengan sebuah kaidah umum. Bahwa segala sesuatu pada dasarnya boleh kita lakukan. Sampai ada teks yang melarangnya," terangnya.
Kiai Farid imbau membaca Alquran antara Isya dan Tarawih jangan ada larangan. Karena hal itu bahkan diperintahkan untuk membaca Alquran.
"Kami menghargai, mengapresiasi qori-qori kita yang sudah juara nasional dan internasional di Masjid Istiqlal ini. Kita kemudian belajar kembali. Mendengarkan tausiyah, mendengarkan pelajaran, mendengarkan ajaran-ajaran agama dari para kiai dan guru-guru kita," kata Kiai Farid.
Baca juga: Hari Kedua Ramadan 2025, Selasar Masjid Istiqlal Dipadati Jemaah Jelang Waktu Berbuka Puasa
"Itu cara-cara kita menghangatkan Ramadan. Itu cara-cara kita dengan sukacita menyemarakkan Ramadan dengan cara yang tidak bertentangan dengan ajaran agama. Dan itulah yang dimaksud salah satunya dalam prinsip moderasi beragama yaitu menghargai lokalitas," tandasnya.