Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rapat di DPR, Mendag Ungkap Penyebab Harga Cabai Rawit Merah Melonjak Tinggi di Awal Ramadan

Penyebab harga cabai rawit merah yang melonjak tinggi di awal bulan Ramadan versi Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in Rapat di DPR, Mendag Ungkap Penyebab Harga Cabai Rawit Merah Melonjak Tinggi di Awal Ramadan
Tribunnews.com/Chaerul Umam
CABAI RAWIT MERAH - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso, mengungkapkan penyebab harga cabai rawit merah yang melonjak tinggi di awal bulan Ramadan. Ia menyebut bahwa banyaknya hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, membuat pasokan cabai rawit merah menjadi berkurang. Hal ini yang menjadi penyebab harga cabai rawit merah melambung tinggi di pasaran. (Tribunnews.com/ Chaerul Umam) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso, mengungkapkan penyebab harga cabai rawit merah yang melonjak tinggi di awal bulan Ramadan.

Disebutkan Budi Santoso, bahwa banyaknya hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, membuat pasokan cabai rawit merah menjadi berkurang.

Hal ini yang menjadi penyebab harga cabai rawit merah melambung tinggi di pasaran.

Demikian diungkapkan Budi Santoso dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR RI pada Senin (3/3/2025).

"Pada prinsipnya adalah karena pasokan yang berkurang karena banyak hujan pada bulan ini," ujar Budi di Ruang Rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta.

Menurut data yang dilaporkan Budi dalam rapat itu, harga cabai rawit merah mengalami lonjakan sebesar 23,23 persen secara month to month, yang kini dihargai sekitar Rp81.700 per kilogram.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, cabe rawit merah mengalami kenaikan harga sebesar 23,23 persen menjadi Rp81.700 per kilogram," ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Terkait dengan kenaikan harga cabe rawit merah, Budi menjelaskan bahwa pemerintah telah berkomunikasi dengan pusat-pusat produksi cabai, seperti yang ada di Magelang, Jawa Timur, dan Sulawesi. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan sentral produksi cabe di Magelang, Jawa Timur, dan Sulawesi," ucapnya.

Baca juga: Hari Pertama Ramadan, Mentan Amran Sidak Pasar: Cek Harga dan Pasokan Pangan

Lebih lanjut, Budi menyebut menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri 2025, harga barang kebutuhan pokok di seluruh Indonesia cenderung relatif stabil. 

Meskipun demikian, Budi Santoso mengungkapkan bahwa pemerintah tetap mewaspadai beberapa komoditas yang secara historis mengalami lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan atau puasa Ramadan, seperti beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, dan bawang putih.

"Kami akan terus memantau pasokan dan harga barang-barang tersebut. Komoditas-komoditas tersebut, khususnya beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, dan bawang putih, kerap mengalami inflasi saat bulan puasa dan lebaran," tandasnya.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Atas