Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Merawat Kemabruran Puasa, Membiasakan Istiqamah

Istiqamah adalah karakter hidup yang amat mulia. Konsep inilah yang bisa merawat kemambruran ibadah.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Merawat Kemabruran Puasa, Membiasakan Istiqamah
HO/IST/KEMENTERIAN AGAMA
MENTERI AGAMA RI - Menteri Agam RI Nasaruddin Umar menulis hikmah Ramadan untuk Tribunnews.com berjudul Merawat Kemabruran Puasa, Membiasakan Istiqamah. 

Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA


TRIBUNNEWS.COM - Istiqamah adalah karakter hidup yang amat mulia. 


Orang yang tidak memiliki perinsip hidup maka tidak ubahnya perahu tanpa kemudi di tengah samudera. 

Baca juga: Lebih Banyak Diam, Merawat Kemabruran Puasa 


Agama dan budaya setiap masyarakat  selalu menekaan arti penting erinsip hidup itu. 


Baik atau buruknya seseorang menurut ukuran agama dan budaya amat ditentukan oleh seberapa kuat seseorang itu memegang teguh dan merawat perinsip hidupnya. 


Prinsip-prinsip hidup itu sendiri bersifat universal, sehingga seringkali tumpang tindih antara perinsip hidup menurut nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya. 


Tidak heran jika pada umumnya orang yang baik dan mengesankan secara agama juga baik dan mengesankan secara budaya, demikian pula sebaliknya.

Baca juga: Puasa, Momen Tepat Menjauhi Ujaran Kebencian Demi Raih Kemabruran Ibadah

Rekomendasi Untuk Anda


Di dalam Islam prinsip hidup itu dikenal juga dengan istilah lima perinsip utama (al-dharuriyyat al-khamsah) yang selalu harus dipelihara dan dipertahankan. 


Kelimanya yaitu, jiwa (al-nafs), agama (al-din), akal pikiran (al-‘aql), keturunan (al-nasb), dan harta atau property (al-mal). 


Kelima hal ini biasa juga disebut prinsip-prinsip hak asasi manusia di dalam Islam. 


Siapapun tidak boleh mengganggu apalagi merampas lima hak asasi manusia tersebut. 


Jika seseorang terpaksa membunuh karena alasan mempertahankan salahsatu dari lima hak-hak tersebut maka hakim boleh membebaskan yang bersangkutan, sepanjang tidak ada hal lain yang menjadi back-ground di dalam peristiwa tersebut.
 
Jiwa manusia paling berharga pada diri setiap orang. Orang bekerja secara rutin demi untuk mempertahankan hidup diri dan keluarganya yang hidup di dalam tanggungannya. 


Melayangkan jiwa seseorang di dalam Islam sama dengan melayangkan jiwa semua orang, sebagaimana ditegaskan di dalam ayat, barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. 


Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. (Q.S. al-Maidah/5:32).


Agama sama pentingnya dengan jiwa manusia. Karena itu wajib hukumnya bagi setiap orang untuk menghargai dan melindungi agama dan kepercayaan setiap orang. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Atas