9 Pantangan yang Harus Dihindari Selama Bulan Ramadan
Puasa Ramadan bukan hanya menahan lapar dan haus. Umat Muslim juga perlu menghindari berbagai perilaku yang mengurangi pahala.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Ramadan menuntut umat Muslim menjaga perilaku dan akhlak.
- Tidak hanya makan dan minum, sikap buruk juga dapat mengurangi pahala puasa.
- Ramadan menjadi momen meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial.
TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang dimuliakan dalam Islam.
Pada bulan ini, umat Muslim diwajibkan menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Namun, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari berbagai perilaku yang dapat mengurangi nilai ibadah.
Informasi ini disampaikan berdasarkan panduan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Menurut BAZNAS, pantangan selama Ramadan bukan hanya berkaitan dengan hal yang membatalkan puasa secara hukum, tetapi juga mencakup perilaku yang bertentangan dengan tujuan puasa, yaitu membentuk pribadi yang bertakwa dan berakhlak baik.
Pantangan Ramadan bertujuan melatih pengendalian diri dan kesabaran.
Dengan menghindari berbagai larangan, umat Muslim dapat menjaga kualitas ibadah sekaligus meningkatkan ketakwaan.
Puasa yang sempurna tidak hanya menahan diri secara fisik, tetapi juga menjaga perilaku lahir dan batin.
Baca juga: Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2026 dari BAZNAS
Berikut beberapa pantangan yang perlu diperhatikan selama bulan Ramadan menurut BAZNAS:
1. Makan dan Minum dengan Sengaja di Siang Hari
- Membatalkan puasa secara langsung.
- Wajib mengganti puasa (qadha).
- Dalam kondisi tertentu dapat disertai kewajiban kafarat.
- Keringanan hanya berlaku bagi orang sakit, musafir, ibu hamil, dan menyusui sesuai ketentuan syariat.
2. Berkata Dusta dan Berbuat Curang
- Termasuk berbohong, menipu, dan mengkhianati amanah.
- Dapat mengurangi pahala puasa.
- Puasa tanpa kejujuran berpotensi hanya menghasilkan lapar dan haus.
3. Ghibah, Fitnah, dan Ucapan Sia-Sia
- Menggunjing atau menyebarkan kabar buruk tentang orang lain.
- Tidak membatalkan puasa secara hukum, tetapi dapat menghapus pahala.
- Dianjurkan mengganti aktivitas dengan zikir dan membaca Al-Qur’an.
4. Marah Berlebihan dan Emosi Tidak Terkendali
- Puasa bertujuan melatih kesabaran.
- Rasulullah SAW mengajarkan untuk menahan diri dari pertengkaran saat berpuasa.
5. Melalaikan Salat dan Ibadah Lainnya
- Salat lima waktu tetap menjadi kewajiban utama.
- Ramadan juga menjadi kesempatan memperbanyak ibadah sunnah seperti tarawih dan witir.
6. Bermalas-malasan dan Menyia-nyiakan Waktu
- Ramadan bukan alasan untuk menurunkan produktivitas.
- Dianjurkan mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat dan ibadah.
7. Berlebihan Saat Berbuka dan Sahur
- Makan berlebihan dapat menyebabkan tubuh lemas dan mengantuk.
- Islam mengajarkan pola hidup sederhana dan seimbang.
8. Mengabaikan Hak Sesama Manusia
- Bersikap kasar atau tidak peduli terhadap sesama bertentangan dengan nilai Ramadan.
- Ramadan mendorong umat Muslim meningkatkan kepedulian sosial.
9. Terlalu Fokus pada Urusan Duniawi
- Kesibukan dunia tidak boleh membuat ibadah terabaikan.
- Ramadan menjadi waktu untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan