Sholat Tarawih Awal Ramadan 2026 Kapan Dilaksanakan? Ini Jadwal dan Niatnya
Pelaksanaan sholat Tarawih pertama bergantung pada penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Ringkasan Berita:
- Sholat Tarawih adalah ibadah sunnah muakkad yang dikerjakan pada malam Ramadan setelah Isya dengan jumlah rakaat 8 atau 20 ditambah witir.
- Jika 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026, maka sholat Tarawih pertama dilaksanakan pada malam 17 Februari 2026.
- Sholat Tarawih memiliki keutamaan besar, yakni menjadi amalan penghapus dosa bagi yang melaksanakannya dengan iman dan keikhlasan.
TRIBUNNEWS.COM - Sholat Tarawih adalah ibadah sunah yang dikerjakan khusus pada malam-malam bulan Ramadan setelah sholat Isya dan sebelum witir.
Ibadah ini menjadi salah satu syiar utama Ramadan karena dilaksanakan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.
Hukum sholat Tarawih adalah sunnah muakkad, yakni sangat dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan.
Jumlah rakaatnya pun beragam, ada yang melaksanakan 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir, dan ada pula yang 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir.
Dikutip dari laman sumut.kemenag.go.id, keutamaan Tarawih ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW:
“Barangsiapa ibadah (Tarawih) di bulan ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau” (HR Bukhari, Muslim).
Mayoritas ulama memahami istilah qiyam Ramadan dalam hadis tersebut sebagai sholat Tarawih.
Perbedaan pendapat memang ada terkait jenis dosa yang diampuni, namun para ulama sepakat bahwa ibadah ini memiliki nilai spiritual yang sangat besar bagi setiap Muslim.
Kapan Sholat Tarawih Awal Ramadan 2026 Dilaksanakan?
Pelaksanaan sholat Tarawih pertama bergantung pada penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan rukyatul hilal atau pemantauan bulan sabit pada 17 Februari 2026 di 96 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca juga: Fadhilah Tarawih Malam 1-30 Ramadan, Ini Keutamaannya
Hasil pemantauan tersebut akan dibahas dalam sidang isbat yang digelar pada hari yang sama di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.
Jika dalam sidang isbat diputuskan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026, maka sholat Tarawih pertama akan dilaksanakan pada malam sebelumnya, yakni Selasa malam, 17 Februari 2026, setelah sholat Isya.
Sementara itu, berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026.
Dengan demikian, warga Muhammadiyah akan memulai sholat Tarawih pada Selasa malam, 17 Februari 2026.
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Mengutip dari Buku Tuntunan Salat Sunah Tarawih dan Witir Tahun 1445 H/2024 yang diedarkan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Riau, dalam praktiknya, terdapat dua pendapat utama mengenai jumlah rakaat Tarawih:
-
20 rakaat + 3 rakaat witir
Biasanya dikerjakan dengan pola 2 rakaat salam hingga genap 20 rakaat, lalu ditutup witir 3 rakaat (2 rakaat salam dan 1 rakaat salam).
-
8 rakaat + 3 rakaat witir
Dapat dilakukan dengan beberapa variasi, seperti 2 rakaat salam berulang hingga 8 rakaat, kemudian witir 3 rakaat (bisa 2 rakaat salam lalu 1 rakaat, atau langsung 3 rakaat sekaligus).
Tata Cara Sholat Tarawih
Berikut tata cara sholat Tarawih:
1. Membaca niat
أصَلَّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى.
Usholli sunnatat tarowihi rok’ataini lillahi ta’ala
Artinya: "Aku niat salat Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala."
2. Takbiratul ihram dengan tumaninah
3. Membaca doa iftitah
4. Membaca surat Al Fatihah
5. Membaca surat Al Quran
6. Ruku dengan tumaninah
7. Iktidal dengan tumaninah
8. Sujud pertama dengan tumaninah
9. Duduk di antara 2 sujud dengan tumaninah
10. Sujud kedua dengan tumaninah
11. Lakukan gerakan yang sama seperti rakaat pertama
12. Tasyahud akhir dengan tumaninah.
13. Kemudian salam setelah 2 rakaat
14. Setelah 8 rakaat atau 20 rakaat, sambung dengan witir
15. Niat Sholat Witir
أُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan minal witri rok’ataini lillahi ta’ala
Artinya: "Aku niat salat Sunah sebagian dari Witir rakaat karena Allah Ta’ala."
Bacaan Doa Kamilin
Doa Kamilin dibaca setelah selesai melaksanakan sholat Tarawih.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنْ، وَلِلْفَرَآئِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكاَةِفَاعِلِيْنَ، وَلَمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى الْأَخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَآءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَآءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَآءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَآءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَآئِرِيْنَ، وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَمِنْ حُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آَكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفَّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مَنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn.
Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta lawâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa ilal haudli wâridîn.
Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn.
Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan.
Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn.
Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
Artinya: “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban- kewajiban, yang memelihara Shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu,
yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat , yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami,
Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,
yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik.
Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.
Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya.
Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Sholat Tarawih dan Ramadan 2026
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.