Mengapa Berbuka Puasa Harus dengan Makanan Manis? Ini Penjelasan Medisnya
Inilah penjelasan medis mengenai mengapa berbuka puasa harus dengan makanan yang manis sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Efeknya, orang cenderung makan berlebihan karena rasa lapar tak kunjung hilang meski perut sudah penuh.
Maka dari itu, kata dr. Agus, kurma menjadi makanan yang cocok untuk berbuka puasa.
Selain mengandung gula sederhana yang sehat, kurma dipilih sebagai menu utama berbuka karena kandungan nutrisi lainnya.
Dr. Agus menyebut bahwa kurma sangat baik untuk menjaga kesehatan dan fungsi jantung.
Selain itu, kurma juga dapat membantu mencegah makanan berlebih.
"Karena energi cepat pulih, sinyal kenyang lebih cepat sampai ke otak, sehingga kita tidak akan balas dendam saat makan malam," terang dr. Agus.
Meskipun dianjurkan yang manis, dr. Agus memberikan catatan penting mengenai jenis gula yang dikonsumsi.
Baca juga: 5 Alasan Kurma jadi Buah yang Dianjurkan Dimakan saat Berbuka Puasa
Beliau menyarankan agar rasa manis tersebut berasal dari bahan alami seperti buah-buahan atau madu.
Penggunaan gula pasir dalam jumlah berlebihan pada minuman es atau takjil perlu diwaspadai untuk jangka panjang.
Karena proses kristalisasi gula pasir melalui pemanasan tinggi kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam akumulasi besar.
Dengan demikian, dr. Agus menyimpulkan bahwa anjuran menyegerakan berbuka dengan yang manis — terutama kurma — bukan sekadar perintah agama, melainkan bimbingan kesehatan yang sangat presisi.
Dengan mengikuti pola ini, organ pencernaan tidak kaget, dan kebugaran tubuh dapat kembali dalam waktu kurang dari 15 menit setelah berbuka.
"Apa yang dikatakan Nabi, secara ilmiah terbukti tepat," tegas dr. Agus.
Tips Menu Sahur agar Tetap Bugar
Selain soal berbuka puasa, dr. Agus juga memberikan tips menu sahur agar kita tetap bugar sepanjang hari.
Berikut tips menu sahur dari dr. Agus:
Baca tanpa iklan