Masjid Agung Al-Azhar Jakarta Sediakan Pengobatan Gratis dan Ratusan Takjil Selama Ramadan
Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berkomitmen memberikan pelayanan maksimal bagi para jemaah.
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menyambut Ramadan 1447 H dengan menyediakan berbagai layanan gratis bagi jemaah.
- Pengelola menyiapkan konsultasi kesehatan harian, santunan untuk 500–1.000 anak yatim dan dhuafa, serta ratusan paket berbuka puasa setiap hari, sekitar 700–800 boks.
- Tiga pilar utama yang dikedepankan adalah Idarah (manajemen), Riayah (pemeliharaan fasilitas), dan Imarah (pemakmuran kegiatan).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Memasuki malam pertama bulan suci Ramadan 1447 H, Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berkomitmen memberikan pelayanan maksimal bagi para jemaah.
Pengelola masjid ini menyiapkan serangkaian fasilitas gratis mulai dari layanan kesehatan profesional hingga ratusan paket berbuka puasa setiap harinya.
Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar, Tatang Komara, mengungkapkan pihaknya mengedepankan tiga pilar utama dalam menyambut jemaah tahun ini, yakni Idarah (manajemen), Riayah (pemeliharaan fasilitas), dan Imarah (kegiatan pemakmuran).
"Konsultasi dokter tiap hari kita siapkan," ungkap Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar, Tatang Komara saat ditemui di lokasi, Rabu (18/2/2026).
Tak hanya urusan medis, sisi sosial juga menjadi fokus utama pengelola melalui pemberian santunan bagi 500 hingga 1.000 anak yatim dan dhuafa.
Sementara untuk urusan perut jemaah yang menjalankan ibadah puasa, pihak masjid telah menyiapkan ratusan paket berbuka puasa atau Iftar Jama’i setiap harinya.
"Kami siapkan sekitar 700 sampai 800 boks setiap harinya," tambah Tatang.
Guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar tanpa gangguan, sistem keamanan pun ditingkatkan hingga level maksimal selama 24 jam non-stop.
Pihak masjid menjamin kenyamanan jemaah dengan menyiagakan personel keamanan internal yang bersinergi erat dengan aparat keamanan demi menciptakan suasana ibadah yang kondusif.
Tatang memprediksi, pada malam pertama tarawih ini, sebanyak 2.000 hingga 2.500 jemaah akan memadati ruang utama masjid.
"Di hari pertama biasanya kami prediksi sekitar 2.000 sampai 2.500 jamaah masuk ke ruang utama. Kalaupun penuh, kami punya cadangan di ruang aula yang kapasitasnya hampir sama," tambahnya.
Salat Tarawih
Pantauan di lokasi, jemaah mulai berdatangan sejak sebelum waktu salat Isya.
Antusiasme warga Jakarta untuk menjalankan ibadah tarawih di masjid bersejarah ini tetap tinggi, apalagi didukung dengan akses transportasi yang mudah seperti MRT dan TransJakarta yang berada tepat di depan masjid.
Pengelola juga sudah menyiapkan lokasi parkir yang cukup lega bagi para jemaah, baik pegguna kendaraan roda dua atau roda empat.
Baca tanpa iklan