Berapa Banyak Air Putih yang Harus Diminum per Hari Saat Puasa? Ini Penjelasan dan Tipsnya
Saat Ramadan, kebutuhan minum air putih tetap harus dipenuhi, hanya saja waktunya yang disesuaikan, yakni di antara waktu berbuka hingga sahur.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Saat menjalankan puasa Ramadan, kebutuhan cairan tetap harus terpenuhi minimal sekitar 2 liter atau setara 8 gelas air putih per hari agar tubuh terhindar dari dehidrasi.
- Kebutuhan air setiap orang berbeda tergantung usia, jenis kelamin, aktivitas, dan kondisi kesehatan, sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
- Strategi pembagian minum seperti pola 2-4-2 dari waktu berbuka hingga sahur membantu menjaga keseimbangan cairan dan mendukung tubuh tetap bugar selama puasa.
TRIBUNNEWS.COM - Umat Muslim di seluruh dunia tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan, menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Selama lebih dari 12 jam, bahkan bisa lebih, tergantung wilayah, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan.
Karena itu, pengaturan minum air putih menjadi hal penting agar ibadah tetap lancar tanpa mengganggu kesehatan.
Air putih merupakan komponen utama dalam tubuh manusia.
Sekitar 60 persen tubuh terdiri dari cairan yang berperan dalam menjaga suhu tubuh, melancarkan sirkulasi darah, membantu proses pencernaan, hingga mendukung fungsi organ vital.
Konsumsi air yang cukup bertujuan untuk menjaga keseimbangan cairan (hidrasi), mencegah gangguan kesehatan, serta memastikan tubuh tetap berenergi.
Namun, kebutuhan cairan setiap orang tidak sama. Usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, aktivitas fisik, hingga faktor cuaca sangat memengaruhi jumlah air yang dibutuhkan.
Saat Ramadan, kebutuhan ini tetap harus dipenuhi, hanya saja waktunya yang disesuaikan, yakni di antara waktu berbuka hingga sahur.
Secara umum, kebutuhan cairan harian orang dewasa berkisar sekitar 2,7 liter per hari untuk perempuan dan 3,7 liter per hari untuk laki-laki, dikutip dari NP Istanbul Brain Hospital.
Jumlah ini sudah termasuk cairan dari minuman maupun makanan.
Sama seperti hari biasa, asupan cairan saat berpuasa dianjurkan tidak kurang dari 2 liter dalam sehari.
Volume tersebut kurang lebih setara dengan 8 gelas air putih.
Baca juga: Apakah Menyikat Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan dan Hukumnya
Angka ini bisa dijadikan pedoman dasar, lalu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Seseorang yang aktif bergerak, bekerja di luar ruangan, atau berada di daerah panas mungkin membutuhkan asupan lebih banyak.
Agar risiko dehidrasi selama puasa dapat ditekan, penting untuk mencukupi cairan saat sahur dan berbuka.
Minum air saat sahur membantu tubuh menyimpan cadangan cairan sebelum beraktivitas.
Sementara itu, minum air saat berbuka berfungsi mengganti cairan yang hilang sepanjang hari.
Baca juga: Catat, Ini Waktu Terbaik Minum Kopi saat Puasa Ramadan, Lengkap dengan Tipsnya
Tips Minum Air Putih untuk Memenuhi Kebutuhan Cairan saat Puasa
Agar kebutuhan cairan tetap tercukupi, kamu bisa menerapkan pola minum teratur dari waktu berbuka hingga sahur.
Mengutip dari https://ayosehat.kemkes.go.id/ salah satu metode yang mudah diingat adalah pola 2-4-2:
-
2 Gelas saat Berbuka
Minum satu gelas air saat azan Magrib sebagai pembuka, lalu satu gelas lagi setelah makan ringan atau sebelum salat Isya.
Ini membantu mengganti cairan yang hilang selama puasa.
-
4 Gelas di Malam Hari
Bagi menjadi dua gelas saat makan malam dan dua gelas sebelum tidur.
Minum secara bertahap membantu tubuh menyerap cairan lebih optimal dibandingkan langsung dalam jumlah banyak sekaligus.
-
2 Gelas saat Sahur
Satu gelas saat bangun tidur dan satu gelas setelah makan sahur.
Ini penting sebagai “bekal” cairan untuk beraktivitas sepanjang hari.
Pentingnya Air Putih Selama Ramadan
Berikut beberapa alasan mengapa konsumsi air putih sangat penting saat berpuasa:
1. Mencegah Dehidrasi
Tanpa asupan cairan seharian, tubuh berisiko mengalami dehidrasi.
Gejalanya bisa berupa sakit kepala, tubuh lemas, bibir kering, hingga sulit berkonsentrasi.
Minum cukup air di waktu yang diperbolehkan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
2. Menjaga Energi dan Fokus
Air berperan dalam proses distribusi nutrisi dan produksi energi.
Jika kebutuhan cairan terpenuhi, tubuh cenderung lebih segar dan tidak mudah lelah saat beraktivitas di siang hari.
3. Mendukung Sistem Pencernaan
Saat berbuka dan sahur, tubuh menerima asupan makanan dalam waktu terbatas.
Air membantu proses pencernaan bekerja lebih optimal serta mencegah sembelit.
4. Menjaga Kesehatan Kulit
Kurangnya cairan dapat membuat kulit tampak kusam dan kering.
Asupan air yang cukup membantu mempertahankan kelembapan alami kulit.
5. Mengurangi Risiko Gangguan Kesehatan
Konsumsi air yang memadai dapat membantu mencegah infeksi saluran kemih, batu ginjal, serta membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
6. Membantu Tubuh Beradaptasi dengan Cuaca Panas
Ramadan yang jatuh pada musim atau wilayah bersuhu tinggi membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan melalui keringat.
Air putih membantu mengatur suhu tubuh agar tetap stabil.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Air Putih dan Puasa Ramadan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.