Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mutiara Ramadan, Keistimewaan Bulan Ramadan

Umat muslim bersuka cita saat memasuki Ramadan, bulan yang sangat dinantikan oleh orang-orang beriman. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mutiara Ramadan, Keistimewaan Bulan Ramadan
Tribunnews/Jeprima
WAWANCARA KHUSUS - Wakil Ketua Umum MUI sekaligus Pendiri Pondok Pesantren Cendekia Amanah KH Muhammad Cholil Nafis berfoto usai wawancara dengan tim Tribun Network di kawasan Depok, Jawa Barat, Senin (16/2/2026). Mendirikan Pesantren Cendekia Amanah merupakan nasihat dari orang tua Kiai Cholil ketika akan merantau ke Jakarta. Tribunnews/Jeprima 

Mutiara Ramadan Hari  Kedua 

Oleh KH M Cholil Nafis, Ph.D
Wakil Ketua Umum MUI Periode 2025-2030

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Umat muslim bersuka cita saat memasuki Ramadan, bulan yang sangat dinantikan oleh orang-orang beriman. 

Berikut penjelasan KH M Cholil Nafis, Ph.D dalam Mutiara Ramadan Tribunnews.com. 

Baca juga: Mutiara Ramadan, Makna di Balik Perintah Puasa, Agar Umat Takwa, Syukur, dan Cerdas


Bagi orang yang beriman, datangnya bulan Ramadhan adalah kebahagiaan. Karena itu, mereka mempersiapkannya jauh-jauh hari.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyambut Ramadhan sejak dua bulan sebelumnya dengan doa 

Rekomendasi Untuk Anda

Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadhan.

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”

Inilah tanda kebahagiaan Nabi dalam menyambut Ramadhan. Bahkan, sebagian ulama salaf disebutkan telah mempersiapkan diri sejak enam bulan sebelumnya. Mengapa Ramadhan begitu istimewa bagi orang beriman? Karena di bulan inilah terjadi keintiman yang luar biasa antara seorang hamba dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Namun, bagi orang yang tidak beriman, Ramadhan justru terasa menakutkan. Sebelum Ramadhan datang, mereka berkata, “Ayo kumpul-kumpul, makan-makan dulu sebelum siang hari tidak bisa makan.” Seakan-akan Ramadhan adalah momok yang harus dihindari, karena selama sebulan penuh kaum Muslimin diwajibkan berpuasa.

Di sinilah Ramadhan menjadi ujian keimanan kita:
Apakah kita menyambutnya dengan bahagia, penuh suka cita, atau justru menganggapnya sebagai beban?

Jemaah rahimakumullah, pemirsa sekalian,

Keistimewaan Ramadhan bagi orang beriman yang pertama adalah kedekatan dan keintiman dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, keintiman yang tidak kita temukan dalam ibadah lainnya.

Allah berfirman dalam hadis qudsi, bahwa setiap amal anak Adam kembali kepada dirinya sendiri. Salat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Zakat kembali kepada kita dengan membersihkan harta dan menolong sesama. Haji pun memberikan manfaat rohani dan jasmani.

Namun puasa berbeda. Allah berfirman:
“Puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas