Anak Punya Maag, Bolehkah Berpuasa? Ini Penjelasan Dokter dan Tips Puasa bagi Penderita Maag
Dokter Spesialis Anak di Klinik Utama Kasih Ibu Sehati Solo, dr. MN Ardi Santoso, menjelaskan mengenai tips puasa bagi anak yang memiliki maag.
Penulis:
Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Sakit maag adalah gejala yang terjadi pada perut bagian atas terasa perih, perut begah, kembung dan sensasi terbakar.
- Pada bulan puasa ini, anak-anak yang memiliki maag tetap bisa berpuasa disesuaikan kemampuan.
- Tentunya, dengan memperhatikan kondisi tubuh, sebaiknya menghindari makanan pedas dan berlemak.
TRIBUNNEWS.COM - Gangguan pencernaan seperti maag hingga GERD masih menjadi persoalan kesehatan yang kerap dialami masyarakat Indonesia. Terutama ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Sakit maag adalah gejala yang terjadi pada perut bagian atas, terutama sebelah kiri, terasa perih, perut begah, kembung dan sensasi terbakar.
Sakit maag tak hanya dialami orang dewasa, anak-anak juga berpotensi menderita maag (dispepsia).
Adapun keluhan sakit maag yakni rasa tidak nyaman di perut bagian atas, seperti kembung hingga sensasi terbakar.
Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada beberapa faktor yang dapat memicu kambuhnya sakit maag.
Mulai dari kebiasaan makan yang tidak teratur, makan makanan yang mengandung gas, stres hingga emosi.
Memasuki bulan Ramadan 1447 H ini, apakah boleh anak dengan riwayat maag maupun asam lambung berpuasa?
Penjelasan Dokter Anak
Kepada Tribunnews, Dokter Spesialis Anak di Klinik Utama Kasih Ibu Sehati Solo, dr. MN Ardi Santoso, SpA, M.Kes, menjelaskan mengenai sakit maag pada si kecil saat berpuasa.
Menurut Ardi, perlu dibedakan apakah sakit yang dirasakan sang anak masih dalam kondisi ringan atau nyeri hebat.
"Perlu dibedakan, jika hanya keluhan ringan dan terkontrol, (maka) boleh belajar puasa dengan pengawasan," katanya, Selasa (17/6/2026).
Baca juga: Agar Puasa Bisa Menenangkan Jiwa, Ikuti 7 Tips dari Psikiater
Sementara itu, jika kondisi GERD berat, sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter.
"Jika ada GERD berat, nyeri hebat, muntah berulang, atau gangguan tumbuh kembang, sebaiknya konsultasi dokter terlebih dahulu," lanjut Ardi.
Secara medis, lambung anak memang memproduksi asam dan saat kosong lebih lama bisa memicu keluhan pada anak sensitif.
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana konten atau isi lambung mengalir kembali ke esofagus, kemudian menyebabkan gejala yang mengganggu, seperti mulas dan regurgitasi asam.
Baca tanpa iklan