Ramadan Jadi Momentum Membangun Pola Makan Lebih Terkontrol
Puasa memberi jeda alami dalam aktivitas makan sehingga lebih mudah mengatur porsi dan jenis makanan
Penulis:
Glery Lazuardi
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Ramadan Momentum Pola Makan Sehat
- Sahur bernutrisi, berbuka bertahap, batasi gula-lemak-garam, jaga hidrasi.
TRIBUNNEWS.COM - Manajer Program Gizi di Klinik LIGHThouse, Veronica, menegaskan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan momen tepat untuk membangun pola makan lebih terkontrol.
“Berat badan turun bukan karena puasa satu hari, tetapi defisit kalori yang konsisten. Ramadan adalah momen membangun pola makan lebih terkontrol,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Puasa memberi jeda alami dalam aktivitas makan sehingga lebih mudah mengatur porsi dan jenis makanan.
WHO juga menekankan Ramadan sebagai momentum membangun pola konsumsi sehat dengan gizi seimbang meski waktu makan berubah.
Pola makan yang tepat membantu menjaga energi, mencegah gangguan pencernaan, dan menstabilkan berat badan.
Veronica menambahkan, Ramadan bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga kesempatan menata ulang pola makan: sahur bernutrisi, berbuka bertahap, membatasi gula-lemak-garam, serta menjaga hidrasi.
Dengan disiplin, puasa bisa menjadi pintu masuk gaya hidup sehat jangka panjang.
“Perubahan pola makan selama puasa sering menjadi tantangan, terutama saat memasuki momen berbuka dan Lebaran,” katanya.
Sebagai panduan sederhana, Veronica menyarankan:
Sahur: konsumsi makanan tinggi protein dan berkuah.
Berbuka: hindari gorengan dan makanan berlemak.
Penderita GERD: hindari makanan pedas, asam, alkohol, serta makanan penghasil gas.
Pernyataan ini disampaikan terkait ajang LIGHTweight Challenge (LWC) 2025, kompetisi penurunan berat badan yang digagas LIGHThouse Clinic sejak 2014.
Program yang berlangsung sejak Oktober 2025 telah rampung dengan tiga peserta keluar sebagai pemenang, mencatat penurunan berat badan 18–23 persen dari bobot awal dalam 12 minggu.