Fadhilah Sholat Tarawih Malam ke-7 Ramadan: Seakan Menolong Nabi Musa AS
Tarawih malam ke-7 disebut seakan menolong Nabi Musa AS dari Fir’aun dan Haman berdasarkan Kitab Durratun Nashihin.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Malam ke-7 Tarawih dikaitkan dengan kisah Nabi Musa AS.
- Keterangan berasal dari Kitab Durratun Nashihin, bukan hadis.
- Tarawih memiliki dalil kuat dalam HR Ahmad tentang qiyam Ramadan.
TRIBUNNEWS.COM - Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadan.
Setiap malam Ramadan sering dikaitkan dengan keutamaan tertentu, termasuk pada malam ketujuh.
Dalam Kitab Durratun Nashihin dijelaskan bahwa fadhilah sholat Tarawih malam ke-7 adalah sebagai berikut:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا اَدْرَكَ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ وَنَصَرَهُ عَلَى فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ
Artinya: Pada malam ketujuh, seakan-akan menemui zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dari serangan Fir’aun dan Haman.
Keterangan tersebut menggambarkan besarnya pahala ibadah pada malam ketujuh Ramadan.
Namun, penting dipahami bahwa penjelasan ini tidak berasal dari hadis Nabi Muhammad SAW, melainkan dari kitab karya ulama yang sering dijadikan sebagai motivasi untuk meningkatkan semangat beribadah.
Selain keutamaan khusus tiap malam, secara umum sholat Tarawih memiliki sejumlah keutamaan, antara lain:
1. Menghapus dosa yang telah lalu
Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan bahwa siapa yang berpuasa dan melaksanakan qiyam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya akan diampuni seperti saat baru dilahirkan.
Baca juga: Fadhilah Tarawih Malam 1-30 Ramadan, Ini Keutamaannya
2. Mendapatkan pahala berlipat ganda
Ramadan adalah bulan penuh berkah.
Setiap amal kebaikan, termasuk sholat Tarawih, akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
3. Membawa ketenangan hati
Suasana Ramadan yang penuh kekhusyukan membantu menghadirkan kedamaian batin dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Dalil mengenai qiyam Ramadan dijelaskan dalam hadis riwayat Ahmad:
إِنَّ رَمَضَانَ شَهْرٌ فَرَضَ اللَّهُ صِيَامَهُ، وَإِنِّي سَنَنْتُ لِلْمُسْلِمِينَ قِيَامَهُ، فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Artinya: “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan dimana Allah mewajibkan puasanya, dan sesungguhnya aku menyunnahkan qiyamnya untuk orang-orang Islam. Maka barang siapa berpuasa Ramadhan dan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka ia keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR Ahmad)
Hadis tersebut menjadi landasan utama pelaksanaan sholat Tarawih sebagai qiyam Ramadan.
Umat Islam dianjurkan melaksanakannya dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.
Informasi mengenai fadhilah malam ketujuh ini juga dirangkum dalam berbagai publikasi keagamaan, termasuk yang disampaikan oleh BKPSDM Kabupaten Natuna dan Baznas Jabar sebagai bahan edukasi Ramadan.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan