Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Halal Lifestyle dan Ledakan Konsumsi Ramadan: Peluang atau Tantangan bagi Ekonomi Islam?

Ramadan dorong konsumsi, gaya hidup halal, dan peluang UMKM; pemerintah jaga stabilitas pangan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Halal Lifestyle dan Ledakan Konsumsi Ramadan: Peluang atau Tantangan bagi Ekonomi Islam?
HO/IST
RAMADAN - Ramadan dorong konsumsi, gaya hidup halal, dan peluang UMKM; pemerintah jaga stabilitas pangan. 

kolumnis ramadan
KOLUMNIS RAMADAN
Syamratun Nurjannah, M.S.I
Penulis adalah akademisi dan dosen di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak. Beliau aktif mengajar di Program Studi Ekonomi Syariah dan berfokus pada bidang Ekonomi Islam, dengan latar belakang pendidikan Magister Studi Islam

PUASA Ramadan bukan sekadar perayaan keagamaan dalam Islam; ia juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang mendorong masyarakat Muslim untuk terlibat dalam berbagai aktivitas, termasuk kegiatan rekreatif dan konsumtif.

Beberapa kebiasaan turun temurun lalu berubah menjadi semacam tradisi yang menumbuhkan semangat kebersamaan, meningkatkan kebutuhan pangan dan sandang, serta mendorong produksi diberbagai sektor.

Tradisi menyiapkan hidangan istimewa menjelang ramadhan, untuk dinikmati bersama sanak keluarga, menimbulkan euphoria untuk ramai-ramai melakukannya. 

Akibatnya permintaan bahan pangan meningkat tajam, dan ini menimbulkan kenaikan harga bahan pokok di sebagian besar wilayah. paket hadiah menjelang Idulfitri, turut memberikan kontribusi signifikan terhadap perputaran ekonomi umat.

Dalam konteks ini, fenomena gaya hidup halal kian meluas, sehingga konsumsi tidak lagi dipahami semata-mata sebagai pemenuhan kebutuhan material, melainkan juga sebagai ekspresi identitas dan keyakinan keagamaan.

Kondisi ini yang meyebabkan pemerintah senantiasa mengantisipasi ketersediaan bahan pangan. Kota Pontianak contohnya, menjelang Ramadan 2026 di Pontianak, sinergi lintas instansi menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Rekomendasi Untuk Anda

Kolaborasi antara pemerintah daerah, Satgas Pangan, distributor, serta aparat pengawas pasar diarahkan untuk memastikan pasokan tetap aman dan distribusi berjalan lancar, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat. Upaya pengawasan intensif di pasar tradisional maupun ritel modern dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap praktik penimbunan dan spekulasi harga.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan panic buying serta berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan agar keseimbangan pasokan tetap terjaga.

Melalui langkah preventif dan koordinasi yang solid tersebut, Satgas Pangan Kalbar berharap kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di Pontianak tetap stabil, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang, khusyuk, dan penuh rasa aman secara ekonomi.

Konsep gaya hidup halal sendiri tidak lagi terbatas pada makanan dan busana, tetapi telah merambah ke sektor kosmetik, pariwisata, hingga sistem keuangan berbasis syariah.

Di Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, fenomena ini menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pangsa pasar.

Ramadan semakin memperkuat dinamika tersebut dengan meningkatnya permintaan terhadap produk dan layanan halal.

Momentum ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai syariah, tetapi juga membuka ruang inovasi bagi UMKM untuk menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar sekaligus selaras dengan prinsip-prinsip Islam.

Pada dasrnya situasi ini merupakan peluang strategis bagi pelaku UMKM syariah. Tingginya permintaan pasar membuka kesempatan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat jaringan distribusi, serta memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran yang lebih luas dan efektif.

Produk-produk seperti hidangan berbuka puasa, busana Muslim, serta paket atau hampers Ramadan menjadi komoditas unggulan yang berpotensi meningkatkan penjualan secara signifikan dalam waktu relatif singkat. Momentum ini perlu dikelola secara profesional agar peningkatan permintaan dapat dioptimalkan tanpa mengabaikan kualitas produk dan prinsip-prinsip syariah.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas