Keutamaan Shalat Tarawih 30 Hari Selama Bulan Suci Ramadan
Setiap malam tarawih memiliki keutamaan berbeda, mulai dari ampunan dosa, kenaikan derajat, hingga pembebasan dari api neraka.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Shalat tarawih adalah sunnah muakkad di bulan Ramadan yang pahalanya besar, bahkan menjadi sebab diampuninya dosa bagi yang melaksanakannya dengan iman dan ikhlas.
- Setiap malam tarawih memiliki keutamaan berbeda, mulai dari ampunan dosa, kenaikan derajat, hingga pembebasan dari api neraka.
- Menjalankan tarawih selama 30 hari penuh menjadi momentum membangun konsistensi ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
TRIBUNNEWS.COM - Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang menjadi ciri khas bulan Ramadan.
Ibadah ini dikerjakan pada malam hari setelah salat Isya dan menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam Ramadan.
Shalat yang dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah ini memiliki kedudukan sunnah muakkad, namun pahala yang dijanjikan sangatlah luar biasa.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa melakukan qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits sahih ini menjadi landasan utama betapa besarnya peluang pengguguran dosa melalui shalat Tarawih.
Merujuk pada kitab Durratun Nashihin, setiap malam di bulan Ramadan menyimpan rahasia keutamaan yang berbeda-beda.
Dengan menjalankan tarawih selama 30 hari penuh, seorang Muslim tidak hanya mengumpulkan pahala, tetapi juga menanamkan kebiasaan ibadah malam yang dapat menjadi bekal spiritual sepanjang tahun.
Ramadan pun menjadi momentum transformasi diri menuju pribadi yang lebih taat dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Berikut adalah keutamaan tarawih di bulan suci ramadan yang dilansir dari laman resmi Baznas Yogyakarta:
Baca juga: Hukum dan Tata Cara Shalat Tarawih Sendirian: Sah dan Dianjurkan di Rumah
Keutamaan Tarawih 30 Hari Selama Ramadan
Sepuluh Malam Pertama: Ampunan dan Rahmat
- Malam ke-1: Dosa-dosanya dihapus hingga bersih seperti bayi yang baru lahir.
- Malam ke-2: Diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya yang beriman.
- Malam ke-3: Malaikat berdoa agar Allah mengampuni dosa-dosa yang telah lalu.
- Malam ke-4: Pahala setara membaca kitab Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur'an.
- Malam ke-5: Pahala setara shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsa.
- Malam ke-6: Pahala tawaf di Baitul Ma'mur dan dimohonkan ampun oleh bebatuan serta tanah.
- Malam ke-7: Seolah-olah membela Nabi Musa AS melawan Fir’aun dan Haman.
- Malam ke-8: Anugerah seperti yang diberikan Allah kepada Nabi Ibrahim AS.
- Malam ke-9: Pahala ibadah yang setara dengan ibadahnya Nabi Muhammad SAW.
- Malam ke-10: Diberikan kebaikan di dunia dan di akhirat.
Sepuluh Malam Kedua: Kenaikan Derajat
- Malam ke-11: Wafat dalam keadaan suci dari dosa.
- Malam ke-12: Wajah bersinar bagaikan bulan purnama di hari kiamat.
- Malam ke-13: Aman dari segala keburukan di hari kiamat.
- Malam ke-14: Malaikat bersaksi atas shalatnya sehingga terbebas dari hisab.
- Malam ke-15: Didoakan oleh para malaikat pemikul Arsy dan Kursi.
- Malam ke-16: Dicatat selamat dari api neraka dan dijamin masuk surga.
- Malam ke-17: Pahala yang setara dengan pahala para Nabi.
- Malam ke-18: Allah menyatakan rida kepada hamba tersebut dan orang tuanya.
- Malam ke-19: Diangkat derajatnya di Surga Firdaus.
- Malam ke-20: Pahala seperti pahala orang yang mati syahid dan orang-orang saleh.
Sepuluh Malam Terakhir: Pembebasan dari Api Neraka
- Malam ke-21: Allah membangunkan gedung cahaya di surga.
- Malam ke-22: Aman dari kegelisahan dan kesusahan di hari kiamat.
- Malam ke-23: Allah membangunkan sebuah kota di dalam surga.
- Malam ke-24: Memperoleh 24 doa yang langsung dikabulkan.
- Malam ke-25: Dibebaskan dari siksa kubur.
- Malam ke-26: Allah mengangkat pahala amalannya selama 40 tahun.
- Malam ke-27: Melewati jembatan Shirathal Mustaqim secepat kilat.
- Malam ke-28: Derajatnya diangkat seribu tingkat di surga.
- Malam ke-29: Pahala setara dengan 1.000 kali ibadah haji yang mabrur.
- Malam ke-30: Allah mempersilakan hamba-Nya menikmati hidangan surga sebagai puncak kemenangan.
(Tribunnews.com/Latifah)
Baca tanpa iklan