Ramadan 1447 H: Cara Menghindari Distraksi Media Sosial Agar Ibadah Lebih Khusyuk
Kehadiran media sosial sering kali mengganggu fokus ibadah, terutama di bulan Ramadhan, membagi waktu penggunaan dapat menjadi solusi praktis.
Penulis:
Muhammad Alvian Fakka
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Kehadiran media sosial sering kali mengganggu fokus ibadah, terutama di bulan Ramadhan.
- Fenomena yang sering terjadi di bulan Ramadan adalah hilangnya konsentrasi saat beribadah karena gangguan notifikasi.
- Solusi praktis lainnya adalah membagi waktu penggunaan media sosial.
TRIBUNNEWS.COM - Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah kembali menyapa umat Islam dengan segala keberkahan dan peluang kebaikan yang menyertainya.
Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum menyucikan diri, membersihkan hati, serta menata ulang hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Di tengah suasana penuh kekhusyukan ini, umat Muslim diajak memperbanyak ibadah, memperdalam refleksi diri, dan memperbaiki kualitas amal.
Namun di era digital seperti sekarang, ada tantangan baru yang kerap luput dari perhatian, yakni menggunakan media sosial.
Realitasnya tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran media sosial sering kali mengganggu fokus ibadah.
Media sosial pada dasarnya bukanlah musuh. Ia hanyalah alat.
Persoalannya terletak pada bagaimana kita menggunakannya apakah kita yang mengendalikan, atau justru kita yang dikendalikan.
Ibadah yang Terdistraksi Notifikasi
Pendakwah Al Junaid M. Idris dalam program Mutiara Ramadhan yang tayang di YouTube Tribunnews, Sabtu (21/2/2026), menjelaskan bahwa fenomena yang sering terjadi di bulan Ramadan adalah hilangnya konsentrasi saat beribadah karena gangguan notifikasi.
"Seseorang sudah berdiri untuk salat, baru saja mengangkat tangan bertakbir, tiba-tiba teringat ada pesan yang belum dibuka. Fokus pun buyar. Atau ketika sedang memegang Al-Qur’an dan hendak membaca, layar ponsel menyala dengan pemberitahuan baru, perhatian pun teralihkan," kata Al Junaid, dikutip Rabu (25/2/2026).
Kondisi ini menunjukkan bahwa hati yang seharusnya hadir penuh dalam ibadah justru terseret oleh distraksi digital.
Padahal, Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya menghadirkan hati dalam setiap amal ibadah.
Baca juga: Mutiara Ramadan, Berdamailah dengan Musibah, Jangan Takut
Ketika hati terpecah oleh notifikasi dan dorongan untuk terus memeriksa gawai, kualitas kekhusyukan pun menurun.
Kecanduan Konten dan Turunnya Kualitas Ibadah
Tantangan lain adalah kecenderungan mengonsumsi konten tanpa kendali.
Tidak semua konten bermasalah, tetapi sering kali kita terjebak pada konten yang kurang memberi nilai manfaat.
"Tanpa sadar, waktu yang seharusnya digunakan untuk tilawah, zikir, atau kajian justru habis untuk menggulir layar tanpa arah."