Batas Waktu Sholat Tarawih, Bolehkah Dilakukan Menjelang Sahur? Ini Penjelasannya
Salah satu ibadah malam yang menjadi ciri khas Ramadan adalah sholat Tarawih yang dilaksanakan setelah sholat Isya hingga sebelum sholat subuh.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Sholat Tarawih adalah ibadah sunnah muakad yang dilaksanakan setelah Isya hingga sebelum Subuh untuk menghidupkan malam Ramadan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Mengakhirkan pelaksanaan Tarawih hingga menjelang sahur diperbolehkan, karena waktunya masih termasuk rentang sah ibadah malam.
- Tarawih dapat dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah, selama menjaga keikhlasan, kekhusyukan, dan konsistensi ibadah.
TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan telah tiba, membawa berkah dan kesempatan bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat kedekatan dengan Allah SWT.
Selain menahan lapar dan dahaga sepanjang siang, malam-malam Ramadan juga menjadi waktu yang penuh nilai spiritual.
Di mana umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan berbagai amalan sunnah seperti sholat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memperbanyak doa.
Salah satu ibadah malam yang menjadi ciri khas Ramadan adalah sholat Tarawih, yang tidak hanya menambah pahala tetapi juga menyejukkan hati dan mempererat kedisiplinan dalam menjalani ibadah.
Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah muakad yang dilaksanakan setelah sholat Isya dan berlanjut hingga sebelum waktu Subuh.
Dalam tayangan Tanya Ustaz di kanal YouTube Tribunnews, H.M. Sukron F., S.Ag., M.Ag. menjelaskan bahwa secara bahasa, “tarawih” berasal dari kata raaha yang berarti beristirahat.
Artinya, sholat ini dilaksanakan dengan suasana yang ringan dan tidak memberatkan, memberi ruang jeda di antara rakaatnya.
Secara substansi, Tarawih adalah sarana untuk mengisi malam Ramadan dengan ibadah agar hati merasa tenang dan bahagia dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW pun menganjurkan qiyamul lail di bulan Ramadan sebagai jalan meraih ampunan.
Dalam hadis disebutkan:
“Man qoma Ramadhona imanan wahtisaban ghufiro lahu ma taqoddama min dzambih.”
Artinya: Barang siapa yang menghidupkan Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih 30 Hari Selama Bulan Suci Ramadan
Tarawih termasuk dalam amalan yang mengisi qiyamul lail tersebut.
Namun, di tengah kesibukan modern, banyak Muslim bertanya-tanya tentang fleksibilitas waktu Tarawih.
Apakah sah jika sholat Tarawih dikerjakan di akhir malam, bahkan mendekati waktu sahur?
H.M. Sukron F. menjelaskan dari sisi fikih, para ulama sepakat bahwa waktu pelaksanaan sholat Tarawih dimulai setelah sholat Isya dan berakhir sebelum masuk waktu Subuh.
Artinya, selama masih dalam rentang waktu tersebut, sholat Tarawih tetap sah untuk dikerjakan.
Baca tanpa iklan