3 Waktu Mustajab untuk Berdoa di Bulan Ramadan: Sahur, saat Berpuasa, dan Buka Puasa
Ada sejumlah waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadan seperti saat sahur, ketika berpuasa, dan menjelang berbuka.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Ramadan adalah bulan suci penuh rahmat dan keberkahan, dengan sejumlah waktu mustajab untuk berdoa seperti saat sahur, ketika berpuasa, dan menjelang berbuka.
- Doa orang yang berpuasa termasuk yang tidak tertolak, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Abu Hurairah dan dicatat oleh Imam Bukhari serta Imam Muslim.
- Di 10 hari terakhir, terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan doa untuk meraih ampunan.
TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan adalah bulan suci yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan.
Di bulan inilah umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa, sebuah ibadah istimewa yang tidak hanya melatih fisik, tetapi juga menguatkan spiritual dan ketakwaan.
Ramadan juga dikenal sebagai bulan yang penuh dengan waktu-waktu mustajab untuk berdoa.
Meski pada dasarnya Allah SWT mengabulkan doa hamba-Nya kapan saja selama memenuhi syarat, namun di bulan Ramadan terdapat momen-momen khusus yang memiliki keutamaan lebih besar untuk memanjatkan doa.
Berikut beberapa waktu mustajab berdoa di bulan Ramadan yang sayang untuk dilewatkan:
Waktu Mustajab untuk Berdoa di Bulan Ramadan
1. Saat Sahur (Sepertiga Malam Terakhir)
Waktu sahur bukan hanya momen untuk makan dan minum sebagai persiapan berpuasa, tetapi juga termasuk waktu yang sangat mustajab untuk berdoa.
"Jadi kita perlu memperbanyak doa kita saat melaksanakan sahur," kata Rega Priandanagari Gevisa dalam tayangan Mutiara Ramadhan di kanal YouTube Tribunnews, Kamis (26/2/2026).
Dalam hadits riwayat Nabi Muhammad Swt yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda:
"Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka akan Aku ampuni." (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Hukum Puasa tetapi Tidak Menunaikan Salat, Begini Penjelasannya
Hadis ini menunjukkan betapa besarnya peluang doa dikabulkan pada sepertiga malam terakhir, termasuk waktu sahur.
Karena itu, jangan sampai waktu sahur hanya diisi dengan makan dan minum semata, tetapi luangkan waktu untuk memperbanyak doa, istighfar, dan munajat kepada Allah SWT.
"Ini janji Allah, kita sangat rugi jika menyia-nyiakan kesempatan ini. Allah akan memberikan apa yang kita inginkan. Jadi apa yang kita mau, mari kita panjatkan kepada Allah," ungkap Rega.
2. Saat Sedang Berpuasa
Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, orang yang berpuasa berada dalam kondisi istimewa di sisi Allah. Doanya termasuk doa yang tidak tertolak.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: "Tiga golongan yang tidak ditolak doanya: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa orang yang dizalimi."
Ini adalah keistimewaan besar bagi setiap Muslim yang menjalankan puasa.
Selama menahan lapar dan dahaga, jangan hanya fokus pada aktivitas duniawi, tetapi iringi dengan doa-doa terbaik, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun umat Islam secara umum.
"Jadi bulan Ramadan ini sangat mulia sekali. Kita punya privilege yang Rasul sampaikan kepada kita yang sedang berpuasa bahwa doa kita tidak akan tertolak," ujarnya.
3. Saat Berbuka Puasa
Momen berbuka puasa juga termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak akan ditolak ketika berbuka." (HR. Ibnu Majah)
Karena itu, sebelum menyantap hidangan berbuka, sempatkan untuk memanjatkan doa.
"Mintalah segala kebutuhan dan harapan kepada Allah SWT. Jangan sampai kita melewatkan momen yang telah dijanjikan keutamaannya oleh Rasulullah SAW," tegasnya.
Bahkan disebutkan bahwa orang yang enggan berdoa termasuk orang yang sombong.
Maka, Ramadan adalah kesempatan emas untuk memperbanyak doa dengan penuh kerendahan hati.
Baca juga: Air Tertelan saat Berwudhu, Puasa Tetap Sah atau Tidak?
Keutamaan Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir
Selain waktu-waktu harian tersebut, Ramadan juga memiliki satu malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 3:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
lailatul-qadri khairum min alfi syahr
Artinya: "Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan."
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 juga disebutkan:
syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur'ânu hudal lin-nâsi
Artinya: "Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia."
Malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang sangat mulia. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari)
Karena keutamaannya yang luar biasa, banyak umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah di 10 hari terakhir Ramadan, seperti memperbanyak salat malam, membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an, beriktikaf, serta memperbanyak doa.
Ramadan adalah bulan penuh peluang untuk meraih ampunan dan dikabulkannya doa.
Waktu sahur, saat berpuasa, waktu berbuka, hingga malam Lailatul Qadar adalah momen-momen istimewa yang tidak datang setiap saat.
Jangan sampai kita hanya fokus pada aspek fisik puasa, tetapi melupakan kekuatan doa yang menjadi senjata utama seorang mukmin.
(Tribunnews.com/Latifah)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.