Tata Cara Mandi Wajib, Apakah Boleh Dilakukan setelah Sahur?
Umat Islam harus melakukan mandi wajib setelah berhadats besar agar kembali suci, berikut niat dan tata caranya.
Penulis:
Nuryanti
TRIBUNNEWS.COM - Berikut bacaan niat mandi wajib dan tata caranya, serta hukum jika dilakukan setelah sahur.
Mandi wajib atau mandi janabah, atau yang biasa disebut mandi junub, harus dilakukan umat Islam setelah berhubungan badan.
Mandi wajib juga diharuskan bagi perempuan yang menyelesaikan masa haidnya.
Umat Islam harus melakukan mandi wajib setelah berhadats besar agar kembali suci.
Mandi wajib secara istilah adalah menuangkan air ke seluruh badan dengan cara khusus, bertujuan untuk menghilangkan hadast besar.
Ketika seseorang belum melaksanakan mandi wajib setelah dirinya mengalami hadast besar, maka tidak sah baginya melakukan berbagai jenis ibadah seperti salat dan puasa termasuk dalam hal ini adalah puasa Ramadhan.
Tata Cara Mandi Wajib
Dikutip dari laman sulsel.kemenag.go.id, berikut bacaan niat dan tata cara mandi wajib:
1. Niat mandi wajib
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhal Lillahi Ta'aala.
Artinya: "Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta'aala."
2. Mencuci kedua tangan
Urutan kedua dari tata cara mandi wajib adalah mencuci tangan sampai tiga kali.
Tujuan utamanya adalah membersihkan tangan dari najis.
3. Membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor
Selanjutnya mendahulukan bagian tubuh yang dianggap kotor, misalnya bagian kemaluan.
4. Mencuci kembali tangan