Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Luqmanul Hakim yang Menginspirasi, Bukan Nabi Tapi Namanya Ada di Dalam Alquran

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat mengambil hikmah dari sosok Luqmanul Hakim, figur sederhana yang namanya diabadikan dalam Alquran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sosok Luqmanul Hakim yang Menginspirasi, Bukan Nabi Tapi Namanya Ada di Dalam Alquran
/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
PUASA RAMADAN 1446H - Umat Islam membaca Alquran sesudah melaksanakan salat duhur berjamaah di Masjid Agung Al-Ukhuwwah, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/3/2025). Di bulan Ramadan 1446 H yang penuh berkah ini banyak umat Islam berlomba-lomba mencari kebaikan, termasuk salah satunya dengan bertadarus Alquran di masjid. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Ketika keduanya sama-sama naik ke atas keledai, cibiran tak berhenti. Bahkan saat mereka memutuskan berjalan kaki dan tidak menaiki keledai, tetap saja ada komentar miring.

Kisah ini memperlihatkan betapa subyektifnya penilaian manusia. Apa pun pilihan yang diambil, selalu ada sudut pandang yang mengkritik. 

Di era sekarang, situasi ini terasa semakin nyata, terutama dalam kehidupan sosial yang penuh komentar.

Pelajaran yang bisa dipetik adalah keteguhan memegang nilai. 

Agaknya mustahil memenuhi seluruh harapan masyarakat yang beragam dalam waktu bersamaan. 

Karena itu, istiqamah pada nilai luhur menjadi kunci ketenangan.

Lidah dan Hati Penentu Baik Buruknya Hidup

Kisah lain yang sarat makna adalah saat Luqman diperintahkan tuannya menyembelih kambing dan mengambil daging terbaik. 

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengambil lidah dan hati. Ketika diminta mengambil daging terburuk, ia kembali membawa lidah dan hati.

Saat ditanya alasannya, Luqman menjawab:

”Wahai tuanku kalaulah lidah dan hati ini baik maka itu lebih bermanfaat dan apabila lidah dan hati ini jelek maka itu lebih jelek dan akan menimbulkan kerusakan.”

Jawaban ini menjadi refleksi mendalam, terutama di bulan Ramadan. Lidah dan hati adalah pusat kendali diri. 

Ucapan yang baik membawa manfaat, sementara ucapan yang buruk bisa menimbulkan kerusakan. 

Begitu pula hati, jika bersih akan melahirkan ketenangan, jika kotor akan memicu kesombongan dan konflik.

Ramadan melatih umat untuk menjaga keduanya. Tidak sekadar menahan lapar, tetapi juga menahan lisan dan membersihkan niat.

Prinsip Hidup yang Membawa Kedamaian

Dalam kisah Luqman di Alquran, terdapat banyak pelajaran penting, tidak mempersekutukan Allah (QS 31:13), berbuat baik kepada orang tua (QS 31:14), menyadari pengawasan Allah (QS 31:16), mendirikan shalat, berbuat kebajikan, menjauhi kemungkaran, bersabar, dan menghindari kesombongan (QS 31:17–19).

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas