Fadhilah Puasa Hari ke-10 Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Ini Doa, Pahala & Keutamaannya
Fadhilah puasa hari ke-10 Ramadhan 1447 H Allah mengabulkan tujuh puluh ribu keinginan yang dipanjatkan orang-orang yang berpuasa pada hari.
Penulis:
Muhammad Alvian Fakka
Editor:
Suci BangunDS
Hadis riwayat al-Baihaqi, yang bersumber dari Abdullah Ibn Abbas r.a. Hadis itu cukup panjang, dan isi-isi dari hadis itu sebagai berikut:
Rasulullah menyatakan bahwa sesungguhnya surga sungguh-sungguh mempercantik dan menghiasi diri dari tahun ke tahun karena datangnya bulan Ramadhan.
Apabila hari pertama bulan Ramadhan telah datang, lalu Allah memerintahkan kepada Ridwan, penjaga surga untuk membuka pintu surga bagi umat Nabi Muhammad yang berpuasa, memerintahkan kepada Malik, penjaga neraka untuk menutup pintu neraka bagi umat Nabi Muhammad yang berpuasa.
“Setiap hari dari hari-hari Ramadhan, Allah memiliki ribuan hamba-Nya yang harus dibebaskan dari siksaan api neraka pada saat mereka akan berbuka puasa. Mereka sebenarnya sudah siap untuk dimasukkan ke dalam api nereka,” ucap Ahmad Thib Raya, dikutip dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta, Jumat (27/2/2026).
"Pada malam qadar Allah memerintahkan kepada malaikat Jibril a.s. untuk turun ke bumi, lalu Jibril dan para para malaikat lainnya turun ke bumi dalam keadaan berkelompok dan bersama mereka sebuah panji warna hijau. Lalu Jibril menancapkan bendera itu di atas Ka’bah. Jibril memiliki 100 saya, dan dua di antara sayapnya itu tidak pernah dikembangkannya kecuali pada malam itu. Lalu Jibril membentangkan dua sayapnya itu hingga mencapai ujung barat dan ujung timur bumi. Lalu Jibril memerintahkan para malaikat untuk mengucapkan salam kepada setiap orang yang berdiri, yang duduk, yang salat, dan berzikir dan bersalaman dengan mereka, lalu mereka mengaminkan semua doa yang mereka mohonkan kepada Allah hingga terbit fajar," lanjutnya.
Bacaan Doa Hari ke-10 Ramadhan 1447 H
Yaa Allah! Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Bertawakkal Kepada-Mu,
Dan Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Menang Disisi-Mu,
Dan Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Dekat Kepada-Mu Dengan Ihsan-Mu,
Wahai Tujuan Orang-Orang Yang Memohon.
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Keutamaan doa selama Ramadan tidak terbatas pada malam pertama saja. Hadits Nabi SAW sendiri menekankan pentingnya doa dan ibadah sepanjang bulan.
Berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.